Korban Tewas Banjir Bandang Luwu Utara Bertambah Jadi 36 Orang

Ilustrasi Respon Dompet Dhuafa di lokasi banjir bandang luwu utara/ Instagram DD

LUWU UTARA – Korban meninggal dunia akibat banjir bandang di Kabupaten Luwu Utara (Lutra) bertambah menjadi 36 orang dan 16 orang masih dalam pencarian.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati mengatakan 3.000 lebih keluarga atau 14.483 jiwa mengungsi.

“Pencarian dan evakuasi korban yang masih hilang terus diupayakan. Tim SAR Gabungan di bawah komando Basarnas menerjunkan 539 personel, sedangkan total potensi berjumlah 1.001 personel,” katanya.

Raditya mengatakan data Pusat Pengendali Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga Jumat (17/7/2020) kemarin, pukul 17.30 WITA, sebanyak 3.627 KK atau 14.483 jiwa mengungsi di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Sabbang, Baebunta dan Masamba.

Raditya mengatakan BPBD setempat juga mengidentifikasi kebutuhan mendesak untuk warga terdampak berupa air bersih, obat-obatan, pakaian dalam wanita, popok balita dan lansia, selimut, sarung, peralatan pembersih rumah, family kits dan masker.

Raditya mengatakan pendataan untuk kerugian material bangunan pascabanjir bandang juga masih terus dilakukan. Data sementara hingga hari ini, kerugian mencakup rumah terdampak 4.202 unit, mikro usaha 61, tempat ibadah 13, sekolah 9, kantor pemerintah 8, fasilitas kesehatan 3, fasilitas umum 2, dan pasar tradisional 1.

 

Advertisement