
WASHINGTON – Departemen Perdagangan Amerika Serikat (AS), Senin (20/7), mengatakan sebanyak 11 perusahaan China masuk ke dalam daftar hitam ekonomi AS.
Sebelas perusahaan tersebut dianggap terlibat dalam pelanggaran hak asasi manusia (HAM) terkait perlakuan China terhadap warga Uighur di Xinjiang.
Departemen itu menyatakan perusahaan-perusahaan tersebut melibatkan kerja paksa bagi warga Uighur dan kelompok minoritas Muslim lainnya.
Banyak perusahaan tekstil termasuk di dalamnya dan juga dua perusahaan yang menurut pemerintah sedang melakukan analisis genetik untuk meningkatkan tindakan represif terhadap kaum Uighur dan minoritas Muslim lainnya.
Ini merupakan kelompok ketiga dari perusahaan dan institusi China yang ditambahkan dalam daftar hitam AS, setelah dua putaran di mana pemerintahan Trump mengutip 37 entitas yang diduga terlibat dalam penindasan di Xinjiang, wilayah barat China.
“Beijing secara aktif mempromosikan praktik kerja paksa sekaligus skema analisis dan pengumpulan DNA yang tercela untuk menekan warganya,” kata Menteri Perdagangan Wilbur Ross, dilansir VOA.




