16 Tahun Kematian Munir, Masih Misteri

Dalang konspirasi pembunuh Pejuang HAM Munir Said Thalib belum terungkap, walau kematiannya sudah 16 tahun. Presiden Joko Widodo diharapkan menuntaskan kasus ini sebagai peninggalan legaci kepemimpinannya.

PEJUANG Hak Asasi Manusia (HAM), Munir Said Thalib, wafat 16 tahun lalu dalam penerbangan dengan pesawat Garuda GA-974 dari Jakarta menuju Amsterdam, Belanda, 7 September 2004.

Pesawat yang membawa Munir tinggal landas dari Jakarta, Senin 6 Sept. pukul 21.55, tiba di Singapura, Selasa 7 Sept. pukul 00.40 waktu setempat,  lalu melanjutkan penerbangan dan ia dinyatakan sudah tak bernyawa sekitar satu jam sebelum mendarat di Bandara Schipol, Amsterdam, 7 Sept. pukul 08.11 pagi.

Mudah-mudahan arwahnya sudah tenang menemui sang Khalik di alam sana dan keluarga serta kerabatnya yang ditinggalkan sudah memapak kehidupan normal kembali, walau duka dan luka mereka tentu tak kan pernah terobati sepenuhnya dan selamanya.

Sudah tiga presiden sejak peristiwa maut itu, Megawati, Susilo B Yudhoyono hingga  Joko Widodo sampai hari, kecuali operator lapangan, tabir misteri terkait dalang pembunuh Munir belum terungkap, masih gelap.

Salah satu pelaku, pilot Garuda Pollycarpus Budihari Priyanto dan Dirut Garuda Indra Setiawan yang menugaskan Pollycarpus sudah dijerat hukum dan keduanya kini sudah menghirup udara bebas kembali.

Pollycarpus dipenjarakan 14 tahun dan Indra yang menerima saja permintaan BIN untuk menugaskan Pollycarpus sebagai pilot yang menerbangkan Munir, dihukum satu tahun, sedangkan mantan Deputi V BIN Muchdi PR dibebaskan.

Munir meregang nyawa akibat menenggak minuman atau menyantap hidangan yang sudah dicampuri senyawa arsenik dengan sengaja oleh suatu konspirasi setelah pesawat transit di Singapura dari Jakarta menuju Amsterdam.

Ironis, pilihan terbang bersama maskapai pelat merah RI, Garuda yang mengantarkan kematian Munir, menurut isterinya, Suciwati  juga tidak lepas dari idealisme almarhum, agar negara memperoleh pemasukan devisa dari tiket yang dibelinya.

Kasus Munir bisa jadi terancam daluwarsa karena sudah terlalu lama sehingga tetap terkubur bersama jasadnya, sedangkan orang-orang yang berkonspirasi serta dalangnya bisa bebas berkeliaran sampai akhir hayat mereka.

Namun ingat!, cepat atau lambat, kalian tentu tak bakal lolos dari  pertanggung jawaban di hadapan Allah di hari nanti.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisement