Suga di bawah Bayang-bayang Pandemi dan Abe

Yoshihide Suga seperti diduga sebelumnya terpilih menjadi PM Jepang setelah PM Shinjo Abe mengundurkan diri karena sakit.

YOSHIHIDE Suga seperti diduga sebelumnya terpilih menjadi perdana menteri Jepang sampai sisa masa jabatan PM Shinjo Abe yang mengundurkan diri karena sakit pada 28 Agustus lalu.

Dalam pemilihan internal Partai Demokratik Liberal (LDP) yang berkuasa di Jepang saat ini, Suga menang telak dengan 377 suara dari seluruhnya 534 pemilik suara (393 anggota parlemen dan 141 pengurus daerah).

Pesaingnya, Ketua Kebijakan LDP Fumio Kishida hanya mampu meraih 89 suara dan mantan Sekjen LDP Shigeru Ishiba 68 suara, sehingga Suga terpilih sebagai ketua LDP yang baru, sekaligus PM sampai sisa masa jabatan Abe pada September 2021.

Suga yang terakhir menjabat Sekjen  LDP dan Sekretaris Kabinet Abe dikenal luas sangat dekat dengan Abe dan selama delapan tahun memimpin sekretariat kabinet di era kepemimpinan Abe, berjanji akan meneruskan konsep ekonomi Abenomics yang digagas pendahulunya.

Namun situasi yang dihadapi Jepang, negara dengan ekonomi terkuat ketiga dunia setelah AS dan China di tengah pandemi global Covid-19 jauh lebih menantang saat ini.

Didukung konsistensi dan ketegasan para pemimpinnya serta disiplin masyarakatnya yang amat tinggi, Jepang dengan kebijakan lockdown ketat, mampu mengendalikan penyebaran virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19, tetapi tidak luput dari tekanan ekonomi.

Pertumbuhan ekonomi Jepang yang memang sudah melambat sebelumnya, terpuruk semakin dalam di tengah pandemi Covid-19 , mengalami kontraksi terparah hingga minus 28,1 persen pada kuartal I, 2020 akibat anjloknya permintaan global yang berimbas pada penurunan nilai ekspor secara signifikan.

Buruknya kondisi perekonomian Jepang tercermin dari tutupnya sekitar 500 perusahaan besar dan ratusan ribu UKM akibat imbas pandemi Covid-19 yang juga dialami hampir seluruh negara di dunia sampai hari ini.

Di kancah politik LN, Suga agaknya harus tetap menjaga keseimbangan antara tetap menjaga kemitraan dengan AS dan sekaligus menjalin relasi dengan China sebagai kekuatan baru di kawasan Asia dan juga pesaing AS di kancah perebutan hegemoni global.

Pada sisa waktu kepemimpinan Abe yang diteruskannya sampai September 2021, Suga akan diuji, dan jika sukses ia bakal menjadi calon kuat pada pencalonan PM berikutnya. (AP/Reuters/ns)

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisement