Pengungsi Konflik Papua Kekurangan Bahan Pangan

Ilustrasi Masyarakat Nduga bersembunyi di hutan selama TNI-Polri melakukan pengejaran kelompok Egianus Kogoya/ VOA

PAPUA – Pengungsi korban konflik bersenjata antara Organisasi Papua Merdeka (OPM) dan aparat keamanan di Gereja dan Paroki Santo Misael Bilogai, Intan Jaya, Papua kekurangan bahan pangan.

“Bahkan di hari pertama yang mendapat makanan hanya anak-anak. Orang dewasa bertahan dari bekal seadanya yang mereka bawa dari rumah,” kata Administrator Diosesan Keuskupan Timika Marthen Kuayo.

Sedikitnya 600 warga Bilogai, Kabupaten Intan Jaya mengungsi ke gereja setelah kontak senjata antara aparat dan Organisasi Papua Merdeka (OPM) kian memanas.

Warga ketakutan karena ada kecurigaan dari kedua belah pihak yang saling berkonflik.

Pihak OPM mencurigai warga menjadi mata-mata aparat, demikian juga sebaliknya.

Masyarakat tiga kampung di sekitar Bilogai meninggalkan rumah mereka mengungsi ke gereja atau pastoran di paroki-paroki yang bisa digunakan untuk berlindung.

Selain itu, sebagian warga juga mengungsi di Kabupaten Nabire.

Untuk sementara mereka ditampung di Paroki St. Antonius, Bumiwonorejo, Nabire.

Berdasarkan data Polda Papua, selama 2020, KKB sedikitnya melakukan 49 aksi teror di tujuh kabupaten – terbanyak di Intan Jaya sebanyak 23 kali.

Dari aksi tersebut, total 17 orang tewas – 12 orang warga sipil, empat anggota TNI, dan satu polisi.

“Saya mengharap solidaritas dukungan umat untuk membantu saudara yang membutuhkan,” ujar dia, dilansir Anadolu.

Advertisement