MYANMAR – Kelompok masyarakat sipil pengawas tahanan politik di Myanmar mengatakan warga Myanmar yang tewas setelah kudeta militer semakinĀ bertambah mencapai lebih dari 200 orang.
Data Asosiasi Pendamping untuk Tahanan Politik (AAPP) menyebutkan, hingga Selasa malam, 202 orang telah tewas, dengan tambahan 2 orang tewas dari data sehari sebelumnya.
Selanjutnya, hingga 16 Maret, AAPP melaporkan total 2181 orang telah ditangkap, didakwa atau dihukum sehubungan dengan percobaan kudeta militer pada 1 Februari,.
āTahanan belum diizinkan untuk bertemu dengan kerabat dan perwakilan hukum mereka, tidak ada yang tahu di mana, karena begitu banyak orang ditahan,ā terang AAPP dalam pernyataannya, dikutip Anadolu.





