Awas! Siklon Tropis Baru Mengancam

Puluhan rumah warga di Kab. Sabu Raijua, NTT diterjang topan tropis Seroja (4/4). sebanyak 163 orang tewas, 45 hilang dalam bencana banjir bandang dan longsor akibat topan tersebut di sejumlah wilayah di provinsi NTT.

SIKLON tropis Seroja yang menimbulkan bencana di sejumlah lokasi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu dinihari (4/4) dan Kab. Bima NTB (2/4) sudah menjauh, namun siklon baru bisa muncul sehingga perlu diwaspadai.

Sampai hari ini, menurut Ketua BPNB Doni Monardo, korban banjir bandang dan longsor di NTT tercatat menyebabkan 163 orang tewas dan 45 korban lainnya masih belum ditemukan.

Korban meninggal terbanyak tercatat di P Adonara  (71 orang), Flores Timur, disusul Kab. Lembata (43), Kab Alor (27), Kab. Malaka (6), Kab. Kupang 6),Kota Kupang (3), Kab. Raijua(2), Kab. Ndao (2), Kab. Sikka (1), Ende (1) dan Ngada (1) dan di Kab. Bima, Provinsi NTB (2).

Menurut Pusat Peringatan Siklon Tropis Jakarta (TCWC) – BMKG, posisi siklon Seroja, Kamis (8/4) pada 16,3 Lintang Selatan (LS) dan 112,6 Bujur Timur (BT), sekitar 890 Km barat daya Denpasar dan sedang menjauh dari wilayah Indonesia dengan kecepatan 33 Km per jam.

Namun, pada saat yang sama, bibit siklon 90S terpantau di sekitar Samudera Hindia pada posisi 15,8LS dan 105,7 BT sehingga diperkirakan dalam 24  jam kemudian berpotensi menjadi siklon tropis tinggi, walau jauh dari Indonesia.

Dari citra satelit, tampak kumpulan awan konvektif yang signifikan di sekitar pusat sistem tekanan rendah 90S, sementara bibit siklon 91S berada di Samudera Hindia sebelah barat daya Bengkulu (9,7 LS dan 93 BT dengan peluang menjadi siklon tropis rendah.

Melihat pergerakan kedua bibit siklon tersebut, BMKG mengingatkan, sejumlah wilayah berstatus siaga banjir yakni Jakarta, Jawa Timur, NTB, NTT, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat dan Papua.

Sementara Peneliti Lembaga Penerbangan dan ANtariksa Nasional (LAPAN) Suaydhi juga mengingatkan, sepanjang April, siklon tropis masih berpeluang muncul di perairan Laut Banda dan Laut Arafura yang dalam periode 1983 sampai 2019 sudah terbentuk 10 kali.

Presiden Jokowi dengan pesawat kepresidenan sudah tiba di Bandara Frans Seda, Kab. Sikka, Jumat pagi dan melanjutkan dengan helikopter ke Bandara Wonopito, Kab. Lembata, lalu berkendaraan darat ke lokasi bencana di   Desa Amakaka, Kec. Ile Ape, Kab. Lembata.

“Saya minta  BMKG menggencarkan peringatan cuaca ekstrem akibat  siklon tropis Seroja ini. Pastikan seluruh kepala daerah dan masyarakat dapat mengakses, memantau prediksi cuaca dan iklim yang dikeluarkan oleh BMKG, “ seru Jokowi.

Masyarakat, lanjut presiden, harus tahu semuanya, sehingga bisa meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan menghadapi ancaman risiko, baik topan, banjir bandang mau pun tanah longsor.

Selama ini sering, peringatan BMKG tidak direspons dan ditindaklanjuti oleh pemangku kepentingan di daerah, sehingga aksi mitigasi yang seharusnya bisa menekan jumlah korban dan risiko bencana tidak dilakukan.

 

 

 

 

 

 

 

Advertisement