CIAMIS-Seorang pendaki Erik Airlangga (30). Karyawan PT.Freeport asal Tasikmalaya meninggal saat mendaki Puncak Carstensz, Pegunungan Jayawijaya, Timika, Papua, Minggu (17/4) pukul 07.00.
Erik meninggal karena terkena badai salju dan terserang hipotermia. Saat perjalanan turun dari Pyramid Carstensz, Erik dan dua rekannya terjebak badai salju, Sabtu (16/4) malam. Erik sempat terpental sejauh 300 meter bersama kedua rekannya, dan langsung mengalami hipotermia (kedinginan hebat) sehingga nyawanya tidak dapat diselamatkan. Sementara kedua rekannya, dikabarkan kritis.
Seperti diberitakan PR Online, pada pendakian Puncak Carstensz sejak 14 April lalu, Erik tak sendiri. Dia mendapatkan tugas dari kantornya untuk memandu 32 pendaki yang tergabung dalam tim Ekspedisi Wanita Kartini Freeport dalam rangka memperingati Hari Kartini pada 21 April mendatang. Nahas, saat perjalanan turun dari Pyramid Carstensz, Erik dan dua rekannya terjebak badai salju, Sabtu 16 April 2016 malam.
Jenazah Erik tiba di kediamannya, di Perumahan Laswi Residence, Kelurahan Cikalang, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, Senin 18 April 2016 sekitar pukul 01.40 setelah sebelumnya tiba di Jakarta melalui penerbangan dari Jayapura, Papua.
Keluarga yang diwakili Widya (56) menyambut jenazah Erik yang diantarkan langsung oleh perwakilan PT. Freeport Indonesia.
Tangis haru keluarga pun pecah saat jenazah ayah dari Kinar (3) ini tiba di kediamannya di Perumahan Laswi Residence, Kelurahan Cikalang, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, Senin 18 Apriil 2016.
Sang istri, Mesti (30) yang tengah hamil lima bulan juga tak kuasa menahan kesedihannya. Meskipun sempat dilarikan ke rumah sakit karena terpukul mendengar kabar duka dari Puncak Carstensz.
“Erik meninggal dengan tersenyum. Petualangan Erik akhirnya berakhir setelah pendakian ke limanya di Puncak Carstensz. Kami terpukul dengan kejadian ini, tetapi anggap ini kecelakaan, sehingga kami sekeluarga mengikhlaskan,” tutur kakak kandung Erik, Widya saat dijumpai dikediaman Erik.
Widya mengungkapkan, Erik sempat mendadak pulang karena anak perempuannya, Kinar, di rawat di rumah sakit pada pertengahan Maret lalu. Sebelum melakukan pendakian pun, Erik yang jarang tinggal berjauhan dengan keluarganya terus berkomunikasi secara intens dengan sang istri yang tengah hamil.
“Erik sebenarnya sudah sering naik ke Carstenz, makanya dia dipercaya kantornya untuk menjadi pemandu tim Woman Expedition Kartini Freeport. Namun, pada pendakian terakhirnya, Erik memang mengaku sedang kurang enak badan, tetapi memaksakan naik,” ucap Widya.
Jenazah Erik telah dimakamkan Senin 18 April 2016 pagi, di tempat kelahirannya, di Tempat Pemakaman Umum Maleber, Kabupaten Ciamis.





