SWISS (KBK) – Dua pelajar muslim bersaudara asal Suriah dicabut kewarganegaraannya di Swiss gara-gara ia tidak mau berjabat tangan dengan guru perempuan karena alasan mengamalkan agamanya, Islam.
Insiden itu telah memicu perdebatan nasional kebebasan beragama di Swiss.
Dua bersaudara yang masih berumur 14 dan 15 tahun, adalah anak dari seorang pengungsi Suriah yang sudah diberikan suaka pada tahun 2001.
Mereka sekolah di Therwil dan mereka menjaga diri mereka untuk tidak melakukan kontak fisik dengan wanita yang bukan anggota keluarga (muhrim) sebagai pengamalan terhadap ajaran Islam.
Pada hari Selasa, (19/4/2016), pihak berwenang di Kanton Basel di mana Therwil terletak, mengatakan bahwa proses naturalisasi untuk keluarga muslim tersebut dihentikan.
Diberitakan Al Jazeera, meskipun terjadi kontroversi, namun Menteri Kehakiman Swiss Simonetta Sommaruga bersikeras bahwa berjabat tangan adalah bagian dari budaya Swiss.





