JENEPONTO – Memasuki hari ketujuh pascabanjir yang menerjang Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Dompet Dhuafa Sulsel (DD Sulsel) terus bersama para penyintas. Sejak hari pertama Kamis (8/7/2021), Dompet Dhuafa sulsel hadir melakukan asesmen dan mendampingi para warga yang terdampak banjir.
Mulai dari melakukan aksi bersih-bersih desa dari sisa lumpur dan sampah di jalanan dan fasilitas umum yang terbawa banjir. Dompet Dhuafa Sulsel juga mendirikan Pos Hangat dan membuka Pos Medis di beberapa titik lokasi pengungsian di Jeneponto. Serta, mendistribusikan paket logistik berupa tikar, terpal, masker, dan hand sanitizer.
Pada Rabu (14/7/2021), Dompet Dhuafa Sulsel menyalurkan paket sembako dan hygiene kit kepada para penyintas banjir. Sebanyak 29 paket sembako serta 29 paket hygiene kit telah disalurkan kepada para penyintas banjir yang rumahnya mengalami kerusakan.
“Penyaluran dua kardus hand sanitizer dan 2 box masker medis di Puskesmas Tarowang yang terdampak banjir,” kata Koordinator Lapangan Tim Respons Bencana DD Sulsel Sulsel, Muhammad Syarif.
Syarif menjelaskan bahwa paket sembako telah dibagikan di Dusun Tanakeke, Desa Tarowang, dan Dusun Simpang, Desa Allu Tarowang, Kecamatan Tarowang, Kabupaten Jeneponto.
“Banjir bandang mengakibatkan 24 rumah mengalami rusak parah tidak bisa lagi digunakan, serta puluhan rumah mengalami rusak ringan dan sedang. Saat ini, warga sangat membutuhkan sembako, air bersih, alat dapur, tikar, selimut, pakaian layak pakai, serta kebutuhan logistik anak-anak,” ujarnya.
Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan, Rahmat Hidayat HM, menyampaikan bahwa Tim Respons Bencana DD sulsel telah ada sejak mendapatkan informasi banjir bandang Jeneponto. Dan, segera melakukan asesmen melalui relawan dan stakeholder terdekat guna memastikan kebenaran informasi terkait bencana yang terjadi.





