JAKARTA – Pandemi Covid19 yang melanda Indonesia saat ini menyebabkan ribuan anak terpaksa menjadi yatim dhuafa karena wafatnya sang ayah sebagai tulang punggung keluarga. Sebagai lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) yang berfokus dalam penanganan yatim dhuafa maka Yatim Mandiri perlu segera mengambil sikap sebagai yang terdepan dalam merespon kebutuhan tersebut dilapangan. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Regional 3 Yatim Piatu, Sugeng Riyadi dalam acara press conference yang dilakukan secara hybrid, Selasa (10/8/2021).
“Musuh utama negara ini tidak hanya covid-19 saja namun kemiskinan itu sendiri, karena dengan covid-19 ini berdampak pada kenaikan jmlah orang miskin, oleh karena itu sebagai kita sebagai laznas mengambil peran strategis dalam rangka membantu meringankan masyarakat dalam wabah pandemi ini, salah satu aksi kita membantu 1000 anak yatim yang terdampak covid-19 banyak anak yatim baru (maaf) karena beberapa waktu terakhir ini bapak ibunya meninggal sehingga diharapkan yatim mandiri menjadi solusi keyatiman baik itu secara jangka pendek dan panjang,” ucapnya kepada awak media.
Ditambahkan Sugeng, jangka pendeknya yaitu memberikan bantuan secara charity, apa yang bisa diberikan kesana misalnya sembako, dan Laznas yang sudah berdiri sejak 27 tahun lalu ini pernah bekerjasama dengan platform digital yaitu memberi makan siang dan itu juga menjadi concern Yatim Piatu.
“Di era Muharram ini, kita menyalurkan 16.145 beasiswa kepada anak yatim dengan total senilai 12,3 miliar untuk seluruh wilayah indonesia,” sambung Sugeng.

Momentum Muharram diharapkan Sugeng menjadi ajang Hablum Minallah dan Hablum Minannas. Menjaga hubungan baik dengan Allah melalui berbagi dengan sesama. Ketika manusia memperbaiki hubungan Allah maka hubungan manusia pun akan mengikuti, terutama di masa pandemi saat ini banyak anak yang berstatus yatim. Oleh karena itu, Yatim Mandiri bersama-sama mengajak lapisan masyarakat turut serta mendukung program-program salah satunya program pendidikan.
Ditempat lainnya, Dewan Pengurus Yatim Mandiri, Mutrofin, S.E. mengemukakan bahwasanya di momentum Muharram ini mengajak masyarakat Indonesia untuk mengaktualisasi diri dengan berhijrah. Hijrah artinya bukan sekedar hijrah, namun juga hijrah sosial dengan cara berbagi terhadapp sesama. Karena sebaik-baik manusia adalah menjadi manusia yang bermanfaat untuk orang lain. Mari torehkan sejarah terbaik di tahun yang baru ini semoga kita menjadi pribadi yang terbaik dari tahun sebelumnya.
Untuk diketahui, berikut program-program sosial dan pemberdayaan Yatim Mandiri yang sudah berjalan pada tahun 2021 ini:
- Bantuan pendidikan untuk 1000 yatim dhuafa terdampak pandemi covid19
- Beasiswa pendidikan untuk 16.145 yatim dhuafa
- Asrama untuk 1000 yatim dhuafa yang terbagi menjadi beberapa tahap sesuai jenjang pendidikan yang tersebar di beberapa kota di Indonesia (Rumah Kemandirian, ICM Boarding School, Mandiri Enterpreneur Center)
- Pendampingan ekonomi untuk keluarga yatim dhuafa





