JAKARTA – Selama ini masyarakat miskin atau dhuafa hanya mengandalkan upayanya sendiri sebelum mengikuti SBMPTN. Karena itu banyak di antara mereka yang tidak lolos ke perguruan tinggi negeri.
Karena itu Anggota DPR RI Daeng Muhammad mengimbau semua pihak untuk bersama-sama membuka peluang dengan membantu warga tidak mampu untuk bisa masuk ke perguruan tinggi negeri.
“Upaya itu bisa dilakukan oleh pemerintah daerah maupun lembaga pendidikan agar mengadakan try out gratis untuk membantu proses Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri atau SBMPTN,” katanya di Cikarang, Senin (25/4/2016).
Menurut dia, cara itu efektif dalam memudahkan masyarakat miskin bersaing untuk masuk ke perguruan tinggi negeri.
Selama ini, yang banyak lolos masuk ke perguruan tinggi negeri, masyarakat mampu karena mereka mampu membayar biaya try out bimble di sejumlah lembaga komersil.
Ketimpangan itu sangat disayangkan, mengingat keluarga dari kalangan tidak mampu membutuhkan adanya perbaikan nasib, salah satunya melalui jalur pendidikan.
“Semakin banyak masyarakat miskin bisa kuliah di perguruan tinggi negeri, akan semakin meningkatkan kualitas SDM dalam keluarga itu,” katanya pula.
Anggota Komisi III DPR itu mengatakan, kuliah di kampus negeri bagi masyarakat miskin sangat diharapkan untuk bisa meraih peluang mengubah nasib.
“Sayangnya, mahasiswa yang diterima cukup terbatas, sehingga kampus swasta yang menjadi alternatif. Konsekuensinya adalah biaya yang lebih mahal dibanding kuliah di kampus negeri,” kata dia.
Pendaftaran Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) akan dibuka 25 April 2016 hingga hingga 20 Mei 2016.
Pelaksanaannya diagendakan dilakukan pada 31 Mei 2016 mendatang.





