Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan School Kit untuk Anak Yatim Memulai Sekolah Tatap Muka

TANGERANG – Dompet Dhuafa melalui program Muliakan Anak Yatim mencoba mendorong semangat mereka untuk mulai bersekolah tatap muka dengan menyalurkan total 51 (lima puluh satu) paket school kit kepada para yatim di Majelis Ta’lim Darul Kamil, Tanah Tinggi, Kota Tangerang pada Selasa (5/9/2021).

Sehari sebelumnya, Dompet Dhuafa juga berhasil menyalurkan paket yang sama kepada siswa yatim di YAPIA Al Muawwanah, Depok.

“Latar belakang ana-anak disini rata-rata anak yatim murni tidak ada yang lain, dan diantara mereka ibu-ibunya hanya merupakan kuli cuci dan juga kuli kupas bawang putih karena lokasi kita berdekatan dengan pasar induk. Makanya, karena sudah ditinggalkan suami mereka untuk mencari nafkah dan memenuhi kebutuhan sekolah anak mereka menjadi kuli cuci, kuli kupas bawang bahkan ada yang menjadi tukang sapu jalanan,” ucap Ust. Dendy N. Al Gazali selaku Pimpinan Majelis Ta’lim Darul Kamil, dilansir dompetdhuafa.org, Senin, 11 Oktober 2021.

Paket school kit ini merupakan hasil dari donasi para mitra pelanggan E-Commerce yang dikumpulkan melalui beberapa plaform seperti Tokopedia, Shopee, Bukalapak, Lazada, Blibli, dan JD.ID. Adanya donasi ini merupakan gambaran nyata dari kepedulian terhadap sesama ditengah pandemi Covid-19, terlepas platform tersebut diperuntukan untuk berbisnis dan berbelanja.

Paket school kit yang diterima pun cukup lengkap untuk menunjang mereka bersekolah seperti tas, sepatu, buku serta alat tulis lengkap. Tidak hanya paket itu, anak-anak penerima manfaat juga mendapatkan support berupa santuan dalam bentuk uang tunai untuk mendukung keperluan keluarganya sehari-hari.

Antusiasme anak-anak tersebut terlihat jelas saat acara berlangsung, sejak pagi hari mereka sudah hadir dengan rapih didampingi oleh para orang tua atau keluarga masing-masing. Kepolosan anak-anak yang kegirangan tidak bisa ditutupi saat bergantian mengantre mengambil paket school kit setelah pelajaran selesai.

“Kan, belum punya tas sama sepatu untuk sekolah, jadi seneng dapat tas sama sepatu disini. Kemarin pakai sepatu yang lama sudah sempit, kata mama nanti beli lagi kalau punya uang tapi belum bisa sekarang, mama kan cuma nyuci aja di rumah orang. Tidak apa-apa, tidak malu juga yang penting tetap sekolah ketemu teman-teman dan belajar bareng lagi,” jelas Adit (11) salah satu yatim penerima manfaat.

 

Advertisement