TEL AVIV – Setelah melakukan mogok makan selama 113 hari , tahanan Palestina akhirnya pada Kamis (11/11/2021) menghentikan aksinya.
Aksi mogok makan tersebut dihentikan setelah Israel sepakat untuk tidak melanjutkan penahanannya tanpa sidang pada Februari mendatang.
“Sebuah kesepakatan telah dicapai untuk membebaskan tahanan pahlawan Miqdad al-Qawasmi pada Februari mendatang,” kata direktur Kantor Media Tahanan Palestina Nahid Fakhouri.
Dia menambahkan, jika sang tahanan menyudahi aksi mogok makannya dan sudah bisa makan lagi, sesuai rekomendasi dokter berdasarkan kondisi tubuhnya.
Pejabat Palestina lainnya dari Asosiasi Tahanan Palestina menyebutkan bahwa pembebasan pada Februari bertepatan dengan berakhirnya masa “penahanan administratif” Qawasmi, yang tidak akan diperpanjang.
Juru bicara Otoritas Penjara Israel membenarkan bahwa Qawasmi telah mengakhiri aksi mogok makannya, demikian dilansir Reuters.





