JAKARTA – Dompet Dhuafa bergerak di berbagai bidang program pemberdayaan dan salah satunya adalah pendidikan yang menyasar wilayah berpenduduk sedikit dan tergolong marginal.
Bambang suherman Direktur Komunikasi dan Aliansi Strategis Dompet Dhuafa dalam Talkshow Diaspora Bercerita bertema “Melintas Batas, Bangun Mimpi Anak Indonesia”, yang ditayangkan secara langsung melalui kanal youtube DDTV, Rabu 8 Desember 2021 siang, mengatakan jika Dompet Dhuafa meletakan program pendidikan di wilayah pengembangan, dimana ada tiga layer yakni pelayanan, pengembangan dan pemberdayaan.
Salah satu tujuan utama yaitu untuk membuka akses bagi masyarakat miskin marginal untuk memiliki pengetahuan yang bisa dikonversi jadi keterampilan.
“Kita sadar betul bahwa indonesia dengan jajaran pulau sangat banyak dan rentang wilayah yang luas, sementara konsentrasi pendidikan cenderung pada wilayah padat penduduk atau urban, sehingga banyak wilayah kosong tidak terkelola,” paparnya.
“Maka dompet dhuafa meletakan satu konsentrasi penting bagi akses pengetahuan masyarakat di wilayah kosong, pada satu wilayah yang masih kosong,” tambahnya.
Bambang menjelaskan, salah satu program pendidikan yang digagas Dompet Dhuafa yakni sekolah guru indonesia, yang berusaha memastikan bahwa wilayah yang terisolasi dan marginal itu memiliki kesempatan proses pembelajaran yang baik.
“Program pendidikan dd orientasi utamanya melahirkan kader produktif. Kita berharap DD yang pembiayaan utamanya dari zakat mampu menghasilkan SDM unggul yang mampu membawa gerbong kemiskinan keluarganya keluar baik secara pengetahuan maupun keterampilan,” ujarnya.
Dengan skema kaderisasi itulah dompet dhaufa bergerak mendesain model pendidikan dari yang paling dasar yakni pemenuhan kebutuhuhan akses belajar samapai ke model yang lebih advance yaitu pelatihan, pengelolaan kapasitas dan pendamppingan untuk jadi SDM strategis.





