Banjir di Kutai Kartanegara, Sudah Empat Hari Warga Terisolasi

Ilustrasi Banjir di Mandailing Natal Kamis (8/11/2018)/ Twitter Sutopo BNPB

KUKAR – Banjir melanda Kecamatan Muara Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur,  dan membuat warga terisolasi.

“Iya sebagian desa di Kecamatan Muara Tabang masih terisolir. Satu-satunya akses yang memungkinkan ialah jalur sungai. Kalau darat susah karena banjir,” ujar Kapolsek Tabang, Iptu Joko Sulaksono, dikutip CNNIndonesia.com, Jumat (20/5).

Banjir yang terjadi berhari-hari itu berawal karena hujan dengan intensitas tinggi yang terus melanda Muara Tabang sejak Minggu (15/5).

Setidaknya ada 4.910 Kepala Keluarga (KK) terdampak banjir di wilayah dengan populasi sekitar 12 ribu jiwa tersebut.

Iptu Joko mengatakan dari warga mereka berharap bantuan sembako segera didistribusikan ke Muara Tabang. Pasalnya, hingga kini suplai makanan tersebut belum diterima.

Kendati begitu Joko mengingatkan, menuju Muara Tabang saat ini tak mudah. Akses darat masih banjir. Bahkan arusnya deras.

“Kami dapat laporan satu truk sembako terbalik karena arus banjir,” katanya.

Menurut Joko, warga masih bertahan mengandalkan cadangan pangan masing-masing selama empat hari terakhir banjir.

Namun makanan tersebut tentu bisa habis seiring waktu. Apalagi ketinggian air naik turun. Dan hingga kini warga belum ada yang dievakuasi. Sebagian besar masih memilih tinggal di rumah.

Dikonfirmasi terpisah, Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar, Edy Mardian mengatakan sejumlah personel dengan peralatan sudah berangkat menuju lokasi banjir.

Ia mengatakan anggota timnya yang berangkat ke Muara Tabang itu ada yang lewat jalur darat dan Sungai Mahakam. Dan rencananya bakal mengevakuasi warga demi mengantisipasi hal-hal tak diinginkan.

“Kalau kendaraan biasa susah tembus karena banjir. Makanya pakai truk, itu juga agar kesulitan melewati. Harus hati-hati. Bisa dikatakan terisolir,” katanya.

 

Advertisement