G20 Bisa Teruskan Misi Damai RI           

Potret Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky (kiri), Presiden Jokowi dan Presiden Rusia Vladimir Putin. Misi lawatan damai Presiden Jokowi ke Kyiv dan Moskow, 29 - 30 Juni,'22 bisa diteruskan pada KTT G20 di Bali, November nanti.

PRAKARSA  damai Presiden Joko Widodo menemui pemimpin negara yang bertikai, Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina  Volodymyr Zelensky bisa dilanjutkan di forum G20 yang digelar di Bali, November.

Presiden Jokowi melakukan lawatan ke Kyiv dan Moskow 29 – 30 Juni lalu dan disambut baik oleh kedua presiden negara yang bertikai tersebut guna menggemakan upaya perdamaian di tengah perang yang berlangsung sejak invasi Rusia (24 Februari) lalu.

Walau masih jauh “panggang dari api” berupa penghentian perang akibat keruwetan situasi yang dihadapi Rusia dan Ukraina, paling tidak misi lawatan Jokowi berhasil membuka upaya dialog guna  menjembatani komunikasi antara keduanya.

Dalam pembicaraan empat mata dengan Presiden Zelensky di Istana Mariinsky, Kyiv (29/6) Presiden Jokowi menawarkan untuk menjadi pendamai antara Ukraina Rusia.

“Yang paling penting ada titik temu antara kepentingan kedua negara, sehingga perang segera berakhir, “ tutur Jokowi seusai pertemuan dan berjanji akan membawa pesan Presiden Zelensky kepada Presiden Putin.

Zelensky sendiri mengapresiasi lawatan Jokowi, pertama dilakukan pemimpin Asia sejak perang pecah akibat invasi Rusia 24 Feb. lalu dan memandang posisi RI penting sebagai presidensi G20 pada 2022 dan Ketua Bergilir ASEAN pada 2023.

Sedangkan dalam pertemuan dengan Presiden Putin di Istana Kremlin, Kamis (30/6), Presiden Jokowi selain menyampaikan pesan Presiden Zelensky, juga mendapat jaminan kelancaran pasokan gandum dan pupuk yang amat penting bagi ketahanan pangan global.

Seperti yang dilaporkan PBB, 22 juta ton produksi gandum Ukraina sejak Mei lalu dan lima juta ton stok sebelumnya tertahan akibat blokade laut oleh Rusia.

Sebaliknya, Presiden Putin membantahnya dan menyebutkan, kapal-kapal pengangkut tidak bisa melintas akibat ranjau yang ditanam oleh Ukraina sendiri.

Putin menyebut pembicaraannya dengan Jokowi berlangsung baik dan produktif dan yakin kesepakatan yang dicapai akan memperkokoh kemitraan RI – Rusia, sedangkan tentang konflik dengan Ukraina, dalam pertemuan itu ia menjelaskan secara rinci perspektif negaranya.

Dalam lawatannya ke UKraina dan Rusia, 29 sampai 30 Juni lalu, Presiden Jokowi juga menyampaikan undangan pada mereka untuk menghadiri KTT G20 yang digelar di Bali, November mendatang.

Dikongkritkan di KTT G20

Masih jauh tentunya, lawatan Presiden Jokowi ke Ukraina dan Rusia bisa menyelesaikan konflik, hingga mencapai kesepakatan gencatan senjata, apalagi penghentian perang.

Namun, diharapkan proses perdamaian yang lebih kongkret bisa dihasilkan pada KTT G20 di Bali November nanti jika seluruh pemimpin G7 hadir, begitu pula presiden Rusia.

Presiden Zelensky bersedia hadir tergantung perkembangan situasi di negerinya dan juga kompossi yang bakal hadir di Bali, begitu pula Presiden Putin, melalui staf kepresidenan Yuri Ushakov mengonfirmasi kehadirannya walau belum dipastikan langsung atau daring.

PM Kanada Justin Trudeau berharap agar seluruh pemimpin G7 hadir dalam KTT G20 di Bali, sementara Kanselir Jerman Olaf scholz menyebutkan negara-negara Barat tidak berniat “mentorpedo” KTT G20, sedangkan PM Australia Anthony Albanese juga menyatakan rencana kehadirannya.

PM Inggeris Boris Johnson juga mengingatkan mitra kerjanya, pemimpin  G7 untuk memboikot pertemuan G20 sehingga menyerahkan pembahasan pada Rusia dan China.

Ditunggu kehadiran para pemimpin dunia, terutama yang mewakili G7, Rusia dan Ukraina di KTT G20 Bali. (AFP/Reuters/ns)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisement