YOGYAKARTA – Dompet Dhuafa Jogja meluncurkan program SIDOMUKTI (Sinau Budaya Lantaran Batik) di MI Muhammadiyah Munggur, Semanu, Gunungkidul, Kamis (13/10).
Acara peluncuran dihadiri oleh perwakilan guru dari 10 sekolah yang ada di Gunungkidul, juga perwakilan Dinas Pariwisata, Dinas Pendidikan, dan juga Lembaga Agama setempat.
Program SIDOMUKTI hadir sebagai upaya dari Dompet Dhuafa Jogja untuk melestarikan budaya batik di kalangan pelajar khususnya siswa sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah di wilayah Gunungkidul.
Para guru yang terseleksi dari sekolah binaan akan belajar langsung dari praktisi batik dari Imogiri Bantul, sebuah daerah di Yogyakarta yang terkenal menjaga kekhasan batik tulis gaya Mataraman.
“Semoga dengan ini dapat menjadi peran yang tidak besar ini dapat bermanfaat untk dapat melestarikan budaya dan meningkatkan kebudayaan masyarakat dan kita gunakan berdakwah pada masyarakat sehingga tercipta negara yang sejahtera, adil, dan makmur.” Ujar Bapak Herman Budianto dalam sambutannya.
Para guru nantinya akan belajar teknik membatik, dan guru yang telah paham teknik membatik dipadu dengan kompetensinya sebagai pendidik akan mampu menurunkan ilmu batik pada siswa-siswanya.
Sedangkan hal-hal yang siswa dapatkan melalui program ini diantaranya yaitu mengenal sejarah perkembangan batik, mengetahui dan memahami konsep pembuatan batik, bangga dan percaya diri terhadap batik, pembentukan karakter melalui proses membatik dan mampu menghargai proses, melatih kreativitas dan imajinasi melalui pembuatan motif batik karya mandiri sesuai usia dan lingkungan siswa, siswa memiliki kompetensi dasar meliputi menggambar, ikat celup, tetes lilin, membatik.
“Jogja merupakan Kota Batik, yang mana ada pendidikan berkelanjutan mengenai batik. Mari bersama sama mengembangkan dan melestarikan batik ini. Harapan besar dari Program Dompet Dhuafa ini dapat dimaksimalkan oleh sekolah sekolah khususnya di Gunungkidul,” tutup perwakilan Dinas Pariwisata, dalam keterangan tertulis.





