Perang Ukraina Seret Kekuatan Timur Tengah

Drone atau pesawat nirawak Iran Shahed-2 yang disebut-sebut Ukraina digunakan Rusia menyerang sejumlah target di negerinya. Bertambah banyak negara terlibat dan persenjataan yang mengalir, Perang Rusia vs Ukraina bakal berlarut-larut.

ESKALASI Perang di Ukraina sejak invasi Rusia 24 Feb. lalu sulit dihindari, bahkan semakin banyak negara melibatkan diri, dukung-mendukung kedua belah pihak yang bertikai, termasuk kekuatan di Timur Tengah.

Catatan terakhir, Rusia konon menggunakan ratusan pesawat-pesawat nirawak (drone atau UAV) buatan Iran untuk menyasar sebagian kota-kota bahkan target sipil termasuk ke ibukota, Kyiv, Senin (17/10) lalu.

Dalam 36 hari terakhir saja, menurut situs berita Ukraina Ukrinform (19/10), sistem pertahanan udara negara itu sudah menembak jatuh 223 unit drone Shahed 36 di sejumlah wilayah seperti Kuplansk di Propinsi Kharkiv dan Mykolaiv.

Shahed 36 atau oleh Rusia disebut Gerand-2 adalah UAV serang kamikaze (mengangkut hulu ledak 36 Kg) yang mulai diproduksi oleh industri HERA, Iran pada 2021. Berjarak jangka sampai 2.500 Km, berat 200 Kg, panjang 3,5 M dan rentang sayap 2,5 M, drone ini terbang dalam kecepatan 185 Km per jam.

Selain Iran, Turki juga sudah memasok drone-drone Bayraktar-2 yang digunakan cukup efektif oleh pasukan Ukraina untuk melawan kekuatan militer raksasa Rusia.

Rudal Turki

Debut Bayraktar dikenal saat perang perbatasan antara dua bekas negara Uni Soviet di Asia Tengah, Azerbaijan dan Armenia terlibat perang perbatasan memperebutkan wilayah kantong Nagorno Karabakh Sept. – Nov. 2020.

Saat itu drone-drone Bayraktar-2 yang digunakan pasukan Azerbaijan sukses menghancurkan sejumlah target militer, markas komando, situs rudal dan artileri, tank-tank dan radar Armenia.

Sementara itu, Ukraina juga diberitakan meminta bantuan persenjataan dari kekuatan di Timur Tengah lainnya, yakni Israel, namun sejauh ini, negara Yahudi itu enggan mengabulkannya, walau mengecam invasi Rusia, hanya memberikan bantuan kemanusiaan pada Ukraina.

Israel agaknya masih menjaga hubungannya dengan Rusia yang “tutup mata” membiarkan pesawat-pesawat Israel menggempur basis-basis pasukan Garda Revolusi Iran yang ditempatkan di Suriah.

Israel dan Iran sejauh ini juga seteru bebuyutan yang saling ancam untuk menghancurkan satu dan lainnya, walau masih sebatas perang kata-kata, sedangkan Iran dan Turki, walau satu kubu dalam konteks konflik Arab vs Israel, juga bersaing dalam perebutan  pengaruh di kawasan.

Walaupun belum menerjunkan personilnya, Amerika Serikat bersama 30 anggota NATO lain terutama Jerman, Inggeris, Perancis da Kanada terus menggelontorkan persenjataan modern mereka pada Ukraina untuk membela diri dan bertahan dari gempuran Rusia.

Bertambah banyak negara yang terlibat dan pasokan persenjataan, perang bakal terus berlarut-larut dan korban berjatuhan, sementara dunia bakal terjerumus dalam resesi.

Ayo stop perang! (AFP/ns)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisement