Vaksin Booster Tekan Kematian

Maroritas korban meninggal akibat Covid-19 belum menerima suntikan vaksin booster. juga lansia yang belum divaksin atau belum lengkap vaksinnya.

SEBAGIAN besar korban meninggal akibat paparan Covid-19 baru-baru ini setelah ditelusuri ternyata mereka yang belum menerima suntikan vaksin dosis penguat atau booster.

Sekitar 84 persen dari 1.373 korban kematian  akibat Covid-19 yang dicatat Kemenkes pada periode antara 4 Okt. hingga 8 Nov. 2022,   belum disuntik vaksin penguat atau booster, sedangkan 60 persen usia korban di atas 60 tahun.

Sedangkan 74 persen dari 10.639 pasien dengan gejala sedang hingga kritis juga belum menerima vaksin dosis penguat. “Jadi, vaksin sangat penting melindungi manusia terutama yang berusia lanjut, “ kata Menkes Budi Gunadi Sadikin.

Menurut dia, mayoritas pasien Covid-19 degan kondisi berat hingga kritis dan meninggal, karena tidak divaksin, divaksin, tetapi  belum lengkap (belum dua kali) atau belum menerima vaksin booster.

Menurut catatan Satgas Covid-19, sampai 9 November 22, vaksin dosis pertama sudah disuntikkan pada 205.222.099 (87,45 persen), vaksin dosis kedua172.052.141 orang (73,72persen), sementara dosis ketiga atau penguat 65.581.953 orang (27,95 persen) dan dosis keempat (untuk petugas kesehatan  691.989 orang (47,11 persen).

Sejauh ini juga baru tiga propinsi yakni DKI Jakarta, Bali dan Jawa Barat yang sudah memenuhi target 50 persen dosis penguat untuk lansia yakni DKI Jakarta, Jawa Barat dan Bali.

Untuk itu, Menkes meminta agar program vaksinasi yang beberapa waktu ini agak  menurun karena terjadi kelangkaan stok vaksin, ditingkatkan lagi mengingat munculnya subvarian baru virus Omicron seperti XBB, BX1 dan BA2.75.2.

Lonjakan kasus Coid-19 juga terjadi bahkan menembus 6.186 kasus dan angka kematian 39 orang, padahal sejak beberapa bulan terakhir sampai akhir September 2022, jumlah paparan harian sudah bisa ditekan rata-rata di bawah 2.000 kasus per hari

Tren angka paparan harian Covid-19 dan kasus positif (positivity rate)  akhir-akhir ini cenderung naik  walau angka transmisi komunitas berdasarkan standar WHO masih dalam tingkat terkendali.

Di Indonesia saat ini tercatat 11,16 kasus terkonfirmasi paparan Covid-19 per 100-ribu penduduk per minggu masih di bawah ambang batas yang ditetapkan WHO yakni 20 kasus per 100-ribu penduduk.

Tingkat kematian di Indonesia sebesar 0,08 kasus per 100-ribu penduduk per minggu juga masih di bawah batas toleransi WHO yakni satu kasus per 100 ribu penduduk perminggu.

Tingkat hunian rawat inap pasien Covid-19 di fasyankes terutama RS di Indonesia yakni kurang lima pasien per 100-ribu penduduk per minggu juga masih di bawah ambang batas WHO, walau di DKI Jakarta dan Kalimantan Timur trennya menaik.

Pandemi Covid-19 belum usai, terus patuhi Prokes 5M.

 

 

Advertisement