Diduga, Korban Berupaya Stop Makan

Korban empat tewas sekeluarga di Citra Garden, Kalideres, Jakbar yang ditemukan (10/11) kemungkinan upaya bersama stop makan, namun motifnya belum dipastikan.

SAMPAI hari ini, sekitar sepekan setelah penemuan empat jasad sekeluarga di perumahan Citra Garden I, Kalideres, Jakarta Barat (10/11), belum bisa dipastikan penyebab kematian mereka.

Namun tim gabungan Polri dan tim ahli RS Cipto Mangunkusumo, mengacu dari kondisi keempat jasad tersebut, mereka diduga meregang nyawa akibat upaya stop makan dan minum dalam waktu lama (sekitar tiga pekan sebelum ditemukan).

Para ahli forensik medicolegal, ahli patologi, toksikologi dan DNA pada hari Rabu (16/11) bersama-sama memeriksa keempat jasad tersebut di RS Cipto Mangunkusumo.

Kempat jasad tersebut yakni pasutri RY (70) dan RN (68), puteri mereka DF (42) dan BG (69), adik kandung RY.

Mayat RY dan RN dalam keadaan kering, sedangkan BG dan DF masih berair sehingga selain usia, waktu kematian yang berbeda juga bisa menciptakan kondisi jasad seseorang.

Berbagai keterangan misalnya mobil mereka yang dijual pada Januari lalu, juga sejumlah perabot rumah akan ditelusuri, begitu pula kulkas yang kosong (tidak ada bahan makanan dan minuman).

Kejanggalan lain, tumpukan sampah di sekitar rumah yang tidak dibuang, permintaan DF pada PLN untuk mencabut saja aliran listrik yang sudah menunggak  beberapa bulan, juga ungkapan penjual jamu yang menyebutkan DF yang biasa ramah,  acuh saat  terakhir kali berpapasan.

Selain itu, polisi juga menemukan buku-buku beberapa agama di rumah tersebut, lilin yang mungkin digunakan sebagai penerangan saat aliran listrik sudah distop oleh PLN, juga beberapa kemasan  bedak bayi yang diduga untuk menyamarkan bau.

Kejanggalan lain, pintu terkunci dari dalam, namun mengingat mereka menghembuskan nafas di ruang yang berbeda, berarti kemungkinan tidak ada upaya dari salah satu mereka untuk berusaha menyelamatkan diri dari kematian.

Sementara Guru Besar Ilmu Penyait Dalam FK Universitas Indonesia Ali Fahrial Syam, berdasarkan temuan awal,  juga melihat kematian mereka terkait dengan upaya berhenti makan dan minum dalam waktu lama.

“Jika di lambung orang tidak ada makanan, otot akan menciut (atrofi) karena penghancuran protein pada tubuh. Ini terjadi jika seseorang tidak mendapat asupan makanan atau minuman dalam waktu lama, “ tuturnya.

Atrofi, lanjutnya, diawalai habisnya cadangan lemak, sehinga tubuh menyerap nutrisi protein tubuh  seperti otot. Orang dengan komorbid, jika tidak ada asupan makanan atau minuman, nyawanya terancam dalam seminggu.

Sedangkan pakar psikologi forensik Reza Indragiri menyebutkan, kasus kematian keempat orang tersebut tidak bisa disimpulkan dari penyebab tunggal.

“Kalau cuma lambung kosong dikaitkan dengan kelaparan, belum menjelaskan penyebabnya, “ tuturnya.

Menurut dia, penyebab kematian yakni alamiah seperti karena sakit atau usia, akibat kecelakaan, pembunuhan serta bunuh diri. “Semua kemungkinan tersebut tentu akan ditelusuri oleh kepolisian, “ ujarnya.

Selain mencari tau penyebab kematian mereka, yang juga tak kalah pentingnya adalah bagaimana lingkungan setempat, mulai lurah sampai ke RT/RW, Babinsa, Babhinkamtibmas dan juga lingkungan ketetanggaan lebih peduli pada lingkungan dan tetangganya agar kejadian semacam itu bisa dicegah.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisement