
JAKARTA – KBKNEWS – (17/6) – SEJUMLAH elemen massa mahasiswa di sejumlah kota antara lain di Ambon, Bandung, Jakarta, Malang, Medan, Salatiga, Surabaya, Yogyakarta mengelar aksi demo, menuntut perbaikan ekonomi, penurunan harga BBM, penghentian program MBG dan Kopdes MP yang dianggap banyak penyimpangan dan pemborosan uang negara.
RATUSAN mahasiswa di Malang, Jawa Timur menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Kota Malang, Rabu (17/6) sekitar pukul 13.15 WIB.
Mahasiswa menyoroti sejumlah persoalan yang dinilai membebani rakyat, menyampaikan tuntutan a.l. transparansi anggaran negara, penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih yag dianggap pemborosan, banyak penyimpangan dan korupsi.
Selain itu, massa mahasiswa juga menuntut penurunan harga kebutuhan pokok, serta pengendalian harga bahan bakar minyak (BBM).
“Harga semua kebutuhan pokok naik, BBM naik, rakyat menjerit!” ucap salah satu orator dalam aksi.
Para pendemo juga juga mengkritik keras perluasan fungsi Polri dan TNI di lembaga-lembaga sipil. Menurut mereka, kondisi tersebut berpotensi mengurangi ruang demokrasi dan pengawasan masyarakat terhadap pemerintah.
Berbagai kritik disampaikan melalui spanduk dan poster yang dipasang di pagar Gedung DPRD Kota Malang.
Sejumlah tulisan di spanduk yang dibawa pendemo menarik perhatian yang antara lain berbunyi, “Menjerit Indonesiaku”, “APBN: Anggaran Penyelewengan Besar Negara”, “Hati-hati Banyak Polisi Brutal”, “Oke Gas, Oke Gas, Harga BBM Makin Ganas”
Sampai saat berita ini diturunkan, pukul 15.00 WIB, massa aksi mengaku belum ditemui oleh pimpinan maupun anggota DPRD Kota Malang.
Kekecewaan peserta aksi semakin mendalam karena tidak ada perwakilan legislatif yang keluar menemui mereka.
Sebagai bentuk protes, sejumlah peserta membakar ban bekas di depan gerbang gedung DPRD. Asap hitam tampak mengepul di lokasi aksi, sementara orator terus menyampaikan seruan kepada massa.
“Ayo paksa keluar anggota DPRD. Jangan hanya diam di dalam gedung. Mereka harus mendengar langsung suara rakyat yang hari ini turun ke jalan,” teriak salah satu orator dari atas mobil komando.
Bentuk Kegelisahan Rakyat
Sementara itu, seorag orator lainnya juga menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk kegelisahan masyarakat terhadap berbagai kebijakan pemerintah yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat.
“Harga kebutuhan pokok terus naik, harga BBM membebani masyarakat, sementara kami melihat banyak kebijakan yang tidak transparan. Kami datang ke sini untuk menuntut pertanggungjawaban wakil rakyat,” ujar orator disambut sorakan peserta aksi.
Ratusan personel gabungan trdiri dari personil Satpol PP, polisi dan tentara terus berjaga-jaga di depan pagar sisi selatan Gedung DPRD Kota Malang.
Aksi serupa oleh massa mahasiswa yang menuntut transparansi dan penghentian pemborosan uang negara mealui program-program seperti MBG dan Kopdes MP dan isu-isu lokal juga digelar di Ambon, Bandung, Jakarta, Medan, Salatiga, Surabaya dan Yogyakarta.
Di DKI Jakarta, aksi demo lanjutan yang digelar oleh BEM sejak Senin lalu terus berlanjut, dan hari ini dipusatkan di kawasan Patung Kuda/Monas, kawasan Bundaran HI dan kantor BGN Jl. Kebon Sirih, semua di Jakarta Pusat.
(Kompas.com/ns)




