
CUACA ekstrim mulai dari hujan lebat, gelombang tinggi sampai angin kencang diprediksi akan melanda sejumlah wilayah Indonesia di pergantian tahun sehingga warga diminta waspada saat bepergian.
Ketua BMKG Dwikorita Karnawati, akhir pekan lalu juga sudah mengingatkan, cuaca buruk hingga ekstrim diprediksi akan terjadi akhir tahun sampai awal 2023 akibat seruak udara dingin dari Tibet yang bakal melintasi wilayah Indonesia disertai petir dan angin kencang
“Seruak udara dingin saat ini sudah sampai wilayah Jakarta dan Selat Sunda, sehingga implikasinya akan turun hujan lebat dan angin kencang. Hari ini masih hujan ringan, tetapi besok atau lusa bakal terus meningkat lagi, “ kata Dwikorita (24/12).
Lebih jauh, ia mengungkapkan bahwa, angin dengan kecepatan antara 25 sampai 30 knot saat ini juga sudah tiba dan harus diwaspadai oleh nelayan dan angkutan antarpulau.
BMKG juga meramalkan, potensi hujan lebat hingga sangat lebat disertai gelombag sampai setinggi enam meter bakal melanda NTB sampai 28 Januari 2023.
Jabodetabek Banjir Besar, Rabu, 28 Des.
Banjir besar di kawasan Jabodetabek dalam beberapa hari ke depan juga diprakirakan oleh Peniliti Klimatologi Pusat Riset Iklim dan Atmosfir, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Erma Yuliastin (27/12).
“Penduduk di wilayah Jabodetabek, khususnya di Banten dan Tangerang harap bersiap-siap menghadapi badai dahsyat pada 28 Desember, “ ujarnya merujuk Analisa data satelit peringatan dini Sadewa.
Menurut Erma, badai dahsyat berasal dari laut akan bergeser ke darat melalui jalur barat dengan angin pembawa hujan badai dari laut dan dari arah utara dengan angin permukaan yang kuat.
Genangan air sampai setinggi dua meter akibat cuaca ekstrim merendam 3.046 rumah dan berdampak pada 8.687 orang di kecamatan Manggala, Tamalanrea, Biringkanaya di kota Makassar, Sabtu (24/12).
Di Kupang, NTT, guyuran hujan selama dua hari sampai Minggu (25/12) merendam 369 rumah dan berdampak terhadap 1.674 warga di desa Oebelo, Kec. Kupang Tengah, Desa Benu dan Kel. Takari, Kec. Takari dan Desa Pariti kec. Sulamu.
Gelombang tinggi juga mengakibatkan sekitar 355 wisatawan dilaporkan masih tertahan di P.Karimunjawa, Jawa Tengah sampai Senin lalu karena kapal yang akan membawa mereka kembali ke pelabuhan Semarang tidak berani melaut.
Banjir rob juga melanda wilayah pesisir Jakarta Utara terutama di kawasan Muara Angke dan pelabuhan Sunda Kelapa dengan ketinggian air sejak Senin siang (26/12) naik sampai 50 cm.
Untuk itu diminta setiap instansi terkait transportasi publik khususnya usaha angkutan laut dan juga calon penumpang agar mengantisipasi gelombang tinggi, dan jika diperlukan, menunda perjalanan atau liburan.
Waspada dan sekali lagi waspadalah!




