
PASUKAN Ukraina yang kewalahan menghadapi mesin perang raksasa Rusia di front sepanjang 1.000 Km perbatasan di wilayah timur dan selatan negaranya bakal mendapat daya pukul baru tank-tank Leopard Jerman.
“Kami memahami benar pentingnya tank Leopard untuk memastikan nyawa terselamatkannya banyak orang dan Ukraina dibebaskan, “ kata Menlu Jerman Annalena Baerbock kepada AFP seusai bertemu dengan mitranya di Paris, Senin (23/1).
Semula di kalangan internal Jerman sendiri rencana pengiriman tank-tank Leopard untuk membantu Ukraina dalam perang melawan Rusia terbelah antara yang pro dan kontra.
Yang menolaknya, dilatarbelakangi keengganan mereka untuk melibatkan negaranya dalam konflik militer antara kedua negara yang berdampak buruk secara signifikan bagi kondisi sosial dan ekonomi kawasan.
Untuk tahap pertama, Ukraina akan menerima 14 unit tank Leopard milik tetangganya, Polandia yang sudah disiapkan, tinggal menanti “green light” dari Jerman, sesama anggota NATO.
Diperkirakan, Ukraina memerlukan ratusan unit tank Leopard untuk mengusir kekuatan pasukan Rusia yang sudah mencaplok dan mendeklarasikan sebagian wilayahnya di Donetsk, Luhanks, Zaporishia.
Tank Leopard (terakhir dari type 2A5, 2A6 da 2A7) adalah jenis tank tempur utama (MBT) dunia yang bersaing dengan jenis-jenis produk unggulan lainnya seperti MAI Abrams (AS), Chalenger 2 (Inggeris), AMX 56 Leclerc Perancis, T-90 dan T-14 (Rusia).
Dibandrol dengan harga 5,7 juta dollar AS (sekitar Rp88,35 miliar), sejauh ini Leopard sudah dioperasikan 19 negara negara termasuk TNI-AD (41 unit 2A7 dan 61 unit 2Ri).
Berbobot 629,97,3 ton, panjang 9,97M, lebar 3,75M dan tinggi tiga meter, Leopard yang dikembangkan Krauss-Maffei tahun 1970-an digerakkan oleh mesin diesel turbocharged bertenaga 1.500 HP, kecepatan 72 Km dan jarak jelajah 750 Km.
Selain hemat bahan bakar, tank Leopard juga bisa meliwati air sedalam sepuluh meter, dengan senjata utama meriam smoothbore buatan Rheinmetal kaliber 120 mm serta senjata pendukung kanon 12,7 mm.
Sebagai perbandingan, dalam invasi ke Ukraina yang dilancarkan sejak 24 Feb. 2022, pasukan Rusia dimotori oleh tank-tank utama T90 dan T-1 Armata yang dihadapi Ukraina dengan rudal-rudal pang ul “Stinger” buatan AS.
Tank T-14 Armata yang dikembangkan Rusia sejak 2015 berharga sekitar 3,7 juta dollar AS (Rp57,35 miliar), berbobot 55 ton, panjang 8,7M, lebar 3,5M dan tinggi 3,3M dan dengan tiga awak.
Dilengkapi senjata utama meriam 125mm dan senapan mesin berat Kord 12,7mm, Armata mampu melaju dengan kecepatan 80 Km per jam dan berdaya jelajah 500 Km.
Sementara tank Rusia lainnya, T-90 yang berharga 4,5 juta dollar per unit (Rp69,75 miliar) berbobot lebih ringan yakni 46,5 ton, dipersenjatai kanon 125mm dan senapan mesin Kord 12,7mm, panjang 9,63 M, lebar 3,78M , tinggi 2,2 M diawaki tiga orang, kecepatan 72 Km dan daya jelajah 550 Km.
Aliran pasokan persenjataan dari Barat kepada Ukraina dicemaskan akan menciptakan eskalasi pertempuran yang pada gilirannya, dikhawatirkan berujung penggunaan senjata nuklir jika salah satu pihak terdesak. (Reuters/AFP)




