Netizen Posting Soal Ulangan Anaknya Berisi Tentang Pembunuhan dan Perceraian

Penggalan soal ulangan SD yang berisi materi pembunuhan dan perceraian/ Foto: Facebook Agung Suharto Dirdjosbroto

JAKARTA – Seorang bapak mengungkapkan kekecewaannya di Facebook karena mendapati soal ulangan anaknya yang duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) kelas 2, berisi tentang pembunuhan dan perceraian.

KBK mengutip kemarahan netizen bernama Agung Suharto Dirdjosbroto, sesuai dengan nama akun Facebook nya juga telah memposting foto soal ulangan yang berisi kalimat tentang pembunuhan dan perceraian tersebut.

“Anak saya di berikan PR oleh sekolahnya (SD Negeri Baru 02 Pagi , Kec.PS.Rebo Jakarta Timur) untuk dikerjakan selama libur panjang ini.

Ini apa ya ??.
Inikah yg di inginkan oleh Pemerintah Indonesia kepada anak2 kita di kelas II SD agar mereka belajar tentang Pembunuhan dan Perceraian.?

Jangan2 ,Mungkin kalo anak2 kita naik ke Kelas III SD akan ada pelajaran “Pemerkosaan” dan “Penganiayaan” kali ya..”

Agung meminta masyarakat khususnya para orangtua untuk lebih hati-hati dan mengawasi anak-anaknya dengan semua ilmu yang diberikan di sekolah. Ia pun mengaku kecewa dengan Kementrian Pendidikan dan dewan pengawas pendidikan indonesia karena masih belum bisa mengawasi dan membuat soal Ulangan Kelas II SD yang baik dan benar.

Ia berharap Kementerian Pendidikan dan Badan Pengawas bekerja lebih keras lagi.

“Mohon menteri Pendidikan dan Badan pengawas bekerja lebih keras lagi. Pengawasan kalian masih amat buruk. Jangan cuma kegiatan2 yg di liput di TV saja yg kalian gembor2kan dan Kalian banggakan. Saya selaku orang Tua sangat kecewa dan marah dengan hal ini!!” tulisnya, pada Sabtu (21/5/2016).

Dari foto soal ulangan yang dipostingnya, diketahui anaknya bersekolah di SD Wilbin 1 Kecamatan
Pasar Rebo, Jakarta Timur. Hingga kini statusnya tersebut telah dibagikan oleh lebi dari 2000 netizen.

Seorang netizen bernama Aisyah Azumi mengomentari agar laporan segera diberikan ke pihak terkait sehingga bisa tersampaikan ke Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan.

Advertisement