
MANADO – Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Karangetang di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, melaporkan bahwa guguran lava dari gunung tersebut memiliki jarak luncur sejauh 1.500 meter.
Ketua Pos PGA Karangetang, Yudia P Tatipang, menyatakan bahwa guguran lava mengarah ke Kali Batuawang dengan jarak luncur antara 700-1.500 meter. Laporan tersebut diberikan dalam rentang waktu pengamatan pukul 12.00 – 18.00 Wita di Manado, Selasa (13/6/2023).
Yudia menambahkan bahwa gunung yang memiliki ketinggian 1.784 meter di atas permukaan laut itu terlihat berkabut secara visual.
“Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang, mencapai ketinggian 50-100 meter di atas puncak kawah,” ujar Yudia dilansir dari Antara.
Selama periode tersebut, terjadi 37 kali gempa guguran dengan amplitudo antara empat hingga 18 milimeter dan berdurasi 35-105 detik.
Selain itu, tercatat juga adanya tremor menerus (microtremor) dengan amplitudo antara 0,25 hingga 0,5 milimeter, dengan amplitudo dominan sebesar 0,25 milimeter.
Yudia berharap agar masyarakat yang tinggal di daerah lereng gunung dan sekitar sungai yang bermuara dari puncak kawah tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya awan panas guguran.
Pos PGA terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten untuk menentukan tindakan yang akan diambil terkait aktivitas Gunung Karangetang.
“Kami mengimbau masyarakat untuk mematuhi radius bahaya yang telah direkomendasikan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi atau PVMBG,” tuturnya.




