DD Farm Tingkatkan Ekonomi Peternak Penerima Manfaat

YOGYAKARTA – Program Sentra Ternak, DD Farm, yang bertujuan menciptakan lapangan pekerjaan sekaligus melahirkan pengusaha ternak, telah terbukti meningkatkan kemampuan ekonomi penerima manfaat.

DD Farm berjalan dengan cara merekrut para penerima manfaat dengan kriteria mustahik untuk bekerja di kandang selama dua tahun. Tak hanya bekerja, mereka juga diberikan pengetahuan dan pelatihan tentang peternakan. Selanjutnya setelah dua tahun, para penerima manfaat akan mendapatkan modal berupa sejumlah domba/kambing untuk mengaplikasikan ilmunya dengan menjalankan usaha ternaknya sendiri.

Hingga tahun 2023, DD Farm telah berdiri di 12 titik di seluruh wilayah Indonesia. Salah satunya berada di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), yakni DD Farm Pundong yang berlokasi di Desa Panjangrejo, Kecamatan Pundong, Kabupaten Bantul Yogyakarta. Sama seperti DD Farm lainnya, DD Farm Pundong juga merekrut masyarakat sekitar yang kemudian disebut sebagai anak buah kandang (ABK) untuk menjadi pekerja dan belajar tentang peternakan di sana.

“Sudah setahun lebih jadi anak buah kandang. Ikut babat alas juga di sini (DD Farm Pundong),” ujar Salah satu peternak DD Farm Pundong,  Sudigda (51).

Sebelum bergabung dengan DD Farm Pundong, Sudigda berprofesi sebagai petani dan peternak sapi. Penghasilan sebagai petani pun tak menentu, sebab harus menunggu hasil panen terlebih dahulu. Begitu pula dengan beternak sapi.

Meski sudah pernah menjadi peternak sapi, Sudigda mengaku tak memiliki ilmu untuk merawat dan membesarkan sapi. Namun sejak bergabung dengan DD Farm, sedikit demi sedikit Sudigda mulai memiliki pengetahuan tentang cara beternak.

“Ini kan hampir mirip sama sapi, tapi kan kalau orang kampung kasih makan saja tahunya, nggak diatur waktunya. Jadi ya termasuk boros. Setelah itu, baru dapat pengetahuan dari sini (DD Farm), kalau kasih makan hanya pagi dan sore,” kisahnya.

Dia menyampaikan harapannya untuk masa depan, setelah mendapatkan pelatihan dan pengetahuan beternak dari DD Farm.

“Sukanya bisa memelihara domba yang begitu banyak, itu udah senang sekali di hati. Dukanya karena infrastruktur kurang, jadi kadang mengganggu suplai pakan. Jadi butuh tenaga ekstra buat drop pakan,” kata Sudigda, dilansir dompetdhuafa.org.

Advertisement