Dompet Dhuafa Bantu Warga Palembang Hadapi Krisis Air Bersih di Tengah Kepungan Asap Karhutla

JAKARTA, KBKNEWS.id – Warga di pinggiran Kota Palembang, Sumatera Selatan, menghadapi krisis air bersih di tengah kepungan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kemarau panjang membuat sumber air mengering, sementara asap kebakaran memicu gangguan pernapasan warga.

Kondisi tersebut dialami masyarakat Kampung Serang, Kelurahan Sukamulya, Kecamatan Sematang Borang, Palembang. Sejak Juni 2026, sumber air tanah dan sungai di wilayah itu mengering sehingga warga kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Warga terpaksa membeli air galon seharga Rp5.000 untuk minum dan memasak. Sementara itu, kebutuhan mandi dan mencuci semakin sulit dipenuhi karena terbatasnya pasokan air.

“Tidak ada air dari bulan keenam. Kalau butuh air beli galon lima ribu. Itu untuk minum, masak, cuci piring. Mandi tidak pakai air galon itu,” ujar Juriah (42), warga setempat.

Kesulitan warga semakin berat akibat asap karhutla yang menyelimuti permukiman. “Di dekat sini juga ada kebakaran. Ladang terbakar. Asapnya bikin sesak, Pak. Setiap hari kita nyedot asap,” keluhnya.

Merespons kondisi tersebut, Dompet Dhuafa melalui Disaster Management Center (DMC) dan Dompet Dhuafa Sumatera Selatan menyalurkan 8.400 liter air bersih kepada 80 kepala keluarga di Kampung Serang pada 24 Oktober 2026.

Penyaluran bantuan berlanjut ke Desa Tanjung Seko, Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, pada 25 Oktober 2026 untuk membantu lebih dari 100 kepala keluarga yang mengalami kekeringan.

“Semoga kegiatan ini bisa membantu dan memberikan manfaat untuk warga. Dan terima kasih kepada para donatur yang telah meluangkan rezekinya untuk donasi penyaluran ini,” kata Rais, tim Dompet Dhuafa Sumsel.

Selain menyalurkan air bersih, DMC Dompet Dhuafa terus memantau titik api dan mendukung operasi pemadaman karhutla bersama BPBD setempat.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here