
INSTRUKSI Wali Kota Medan yang juga menantu Presiden Joko Widodo Bobby Nasution kepada pelaku begal yang sangat meresahkan akhir-akhir ini malah menuai polemik.
Direktur LBH Medan, Surya Adinata mengaku tidak terima diberlakuan tembak mati terhadap pelaku begal yang sudah sangat meresahkan warga Medan dengan aksi-aksinya saat ini.
“Dengan menembak mati pelaku kejahatan, polisi berarti menjauhkan vonis di luar proses peradilan. “Gawat nih!, kalau orang yang ditembak ternyata bukan pelaku kejahatan, “ ujarnya.
Aksi main tembak terhadap pelaku kejahatan tanpa proses peradilan, menurut Surya, hanya menunjukkan bentuk frustrasi aparat penegak hukum dan tidak menyelesaikan persoalan.
Persoalan kejahatan jalanan memang perlu dibenahi di bagian hulunya, mulai dari kinerja aparat kepolisian yang harus ditingkatkan dan juga diawasi agar tidak terjadi ekses dan penyimpangan, juga dicari akar permasalahan kenapa orang nekat berbuat jahat.
Jika cuma ditangani di bagian hilirnya, dengan jalan pintas yakni menembak mati pelaku, jangan-jangan malah menimbulkan masalah sosial, bahkan membuat pelaku makin nekat
Namun, sejumlah kalangan setuju jika ada pelaku kejahatan yang ditembak di tempat, karena cara semacam itu bisa menyurutkan nyali orang yang hendak melakukan kejahatan.
“Kalau bicara HAM, bukan pelaku kejahatan saja yang harus dilindungi, tetapi para korban yang kehilangan harta benda, trauma seumur hidup, cacat bahkan kehilangan nyawa, “ ujar seorang warga.
Masyarakat umumnya juga kecewa terhadap aparat penegak hukum yang dinilai kurang proaktif melakukan patroli di jam-jam dan lokasi rawan kejahatan.
“Ada Polda, Polres, Polsek, pos-pos polisi dan babinkantibmas di tiap desa, seharusnya mereka proaktif mencegah dan melawan aksi-aksi kejahatan.
Sejumlah kalangan masyarakat juga menilai, kasus-kasus becking-beckingan bandar judi dan narkoba di kalangan oknum polisi, juga upeti pada atasan dan pungli di jalanan ikut berkontribusi membuat kinerja polisi untuk membasmi kejahatan tidak optimal.
Sejak awal 2023 sampai 12 Juli lalu tercatat delapan aksi begal di kota Medan yang memakan korban jiwa serta viral di media arus utama mau pun medsos.
Jarot dan komplotannya yang berhasil merampok pegawai Alfamart dan merampas sepeda motor dan ponsel korban serta merampok salon di kota Medan akhirnya berhasil diringkus polisi.
Saat hendak ditangkap di rumahnya di wilayah Sei Beras Sekata, Medan (12/7) Jarot alas BB atau Bima mencoba melawan petugas sehngga “didor” dan tewas.
Seorang mahasiswa UMSU, Insanul Anshori meregang nyawa 16 Juni lalu setelah berusaha melawan aksi kelompok begal terdiri dari Amek (NAA), Ardiansyah, Riski dan Rafi walau pun sepeda motornya berhasil diselamatkan. Keempat pelaku luka-luka ditembak polisi.
Ada lagi aksi begal dengan mengumpankan wanita yang seolah-olah bersedia diajak kencan, namun kemudian kemudian komplotannya mendatangi dan menganiaya korban atau merampas harta atau kendaraan korban.
Polres Pelabhan Belawan berhasil meringkus kawanan begal tersebut yang masih anak anak yakni MA, FA, NA dan AR yang acap kali melancarkan aksinya di sejumlah lokasi seputar Medan.
Sebelumnya sepuluh anggota begal merampas kendaraan motor milik Ibnu Hajar dan melukai korban yang sedang berkendara di kawasan Klambir, Medan 30 Mei lalu, sedangkan sebelumnya lima kawanan begal merampas motor yang dikendarai Yudhi Ristiawan saat melintas di Jl. Rajawali, Medan Sunggal, 26 Mei lalu.
Sebelumnya, mahasiswi berinisial CE yang sedang berkendara sepeda motor di kawasan Polonia Sky Park pada 5 Mei lalu ditendang, dibacok dan sepeda motornya dibawa lari pelaku.
Begal juga tidak memilih-milih korbannya, termasuk wartawan anggota PWI Sumut, Sugiatmo yang sedang mengendarai sepeda motor di kawasan Jl. Sisingamangaraja, Medan pada 12 April pukul 03:00 dinihari.
Tiga begal merampok pasutri yang sedang berkendara sepeda motor di kawasan Jl. Kakap, 5 Februari dengan mengacung-acungkan parang, lalu mengambalih sepeda motor korban.
Tingginya tingkat kriminalitas di kota Medan tercermin dari jumlah tersangka yang ditangkap polisi pada Juni 2023 yakni 140 orang terdiri dari 97 kasus dimana 27 orang di antaranya adalah pelaku berusia anak.
Ayo pak polisi, bangkit melawan penjahat jalanan agar masyarakat merasa tenteram dan aman.




