
DI KALANGAN masyarakat akar rumput di Indonesia, India mungkin hanya dikenal dengan kendaraan roda tiga Bajaj yang sliweran di ibukota atau film-film besutan Bollywood yang di era now digandrungi ragam kalangan, usia maupun strata bawah dan atas.
Tidak hanya itu, India memulai misi pendaratan ke bulan dengan meluncurkan wahana pengorbit Chandrayaan-3 dari Pusat Antariksa Satish Dawan, Sriharikota, India bagian selatan, pukul 16:00 WIB Jumat (14/7) lalu.
Chandrayaan-3 membawa wahana pendarat Vikram dan wahana penjelajah Pragyaan yang dijadwalkan mendarat di bulan sekitar 23 dan 24 Agustus depan.
Jika sukses, India bakal tercatat sebagai negara keempat yang mampu mendaratkan perangkat teknologinya di bulan, sekaligus negara pertama yang mendaratkan wahana butannya di kutub selatan bulan dan pelopor misi ruang angkasa berbiaya murah.
Selang 16 menit setelah Chandrayaan-3 meluncur, menurut laporan Space, Chandrayaan-3 dengan bobot 3,5 ton terpisah dari roket peluncurnya, selanjutnya memasuki orbit bumi dan berkeliling beberapa kali sebelum menuju bulan.
Chandrayaan-3, menurut laporan BBC,  setelah menempuh 15 sampai 20 hari perjalanan, akan memasuki orbit bulan , mengelilinginya beberapa kali, lalu  pada jarak tertentu Vikram lepas dari Chandrayaan-3.
Roket pendorong akan membantu Vikram mendarat di bulan, dan begitu kaki-kakinya menyentuh permukaan bulan, mesin roket pendorong pun padam.
Misi pendaratan India ke bulan mungkin bakal mendahului wahana milik Rusia, Luna-5 yang baru akan diluncurkan Agustus 2023 di lokasi pendaratan berdekatan dengan Vikram.
Setelah Vikram mendarat di bulan, selanjutnya Pragyaan yang memiliki enam roda dan menggunakan sejumlah tenaga panel surya kecil yang dilekatkan di badannya memulai sejumlah penelitian, sementara kamera akan memandunya berjalan di permukaan bulan, menghindari rintangan dan mengeksplorasi tanah bulan.
Misi India ke bulan diawali dengan peluncuran Chandrayaan-1 pada Oktober 2008 yang sukses mendeteksi adanya sumber air di bulan dan memastikan bulan memiliki atmosfir pada siang hari.
Setelah itu wahana pendarat dan penjelajah bulan Chandrayaan-2 terhempas keras di permukaan bulan sehingga keduanya rusak dan tidak bisa berfungsi walau seteah kejadian itu Chandrayaan-2 tetap melanjutkan misinya mengelilingi bulan hingga kini.
PM India Narendra Modi dalam akun twitternya menyebutkan, Chadrayaa-3 telah menorehkan babak baru penjelajahan ruang angkasa India, terbang tinggi dan membawa impian dan ambisi rakyat India.
“Capaian tersebut merupakan bukti dedikasi para ilmiawan India. Saya salut atas kecerdikan dan semangat mereka, “ ujarnya.
Teknologi terus berkembang, tidak hanya berkutat di sekitar bumi, tetapi juga terus merambah ruang angkasa ke planet-planet lainnya.
Hanya yang sigap, cekatan, mau terus belajar dan last but not least berkaca dan introspeksi yang keluar sebagai pemenangnya.




