HIRUK pikuk panggung politik nasional terkait nama bakal calon wapres yang akan dipilih parpol atau koaliasi parpol kontestan pemilu 2024 mereda setelah Ketum PDIP Megawati Soekanoputri menetapkan Menko Polhukam Mahfud MD.
Bagi Koalisi PDI-P bersama PPP, Partai Perindo dan Partai Hanura, kehadiran Mahfud MD sebagai cawapres diharapkan selain untuk menggaet suara dari kalangan nahdliyin (NU), juga mewadahi aspirasi publik yang sudah muak dengan praktek korupsi yang makin merajalela di negeri ini.
Mahfud MD bagai mewakili kegeraman publik saat dalam rapat kerja DPR beberapa waktu lalu menyerang balik kalangan parlemen yang ia sebutkan (oknum-oknumnya) nyaring menyerang pemerintah, namun ujung-ujungnya ternyata “markus” (makelar kasus).
Menko Polhukam itu juga seolah-olah “diprank” saat diminta mengepas ukuran jas untuk pelantikannya sebagai cawapres, mendampingi Jokowi yang mengikuti pilpres untuk masa jabatan kedua pada 2019, namun ternyata dibatalkan.
Saat itu pencalonannya sebagai cawapres Jokowi ditolak oleh sejumlah kalangan, diduga terutama oleh politisi-politisi kotor yang cemas atas sepak terjang Mahfud jika menjabat wapres, bahkan penolakan juga datang dari kalangan NU.
Mahfud dalam sambutannya a.l. menyebutkan ia sudah kenal lama dengan Ganjar saat menjadi anggota DPR (2004 – 2008), sering saling berdiskusi dan kerap menemuinya saat menjabat gubernur Jateng (2018 – 2023).
“Saya tahu persis, Ganjar figur pemimpin yang merakyat, berani meluruskan yang bengkok-bengkok dan berani menerima kritik dan memperjuangkan nilai-nilai politik yang diyakininya, “ ujar Mahfud MD.
Pujian Megawati
Ketum PDIP Megawati yang juga Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dalam sambutannya mengatakan, ia sangat paham jalan fikiran Mahfud MD yang juga adalah anggota BPIP.
Megawati menyebutkan, Mahfud MD adalah sosok yang memiliki kepintaran dan pengalaman yang tidak bisa diremehkan lagi sehingga pas menjadi wapres.
“Mahfud MD adalah sosok intelektual mumpuni dan pengetahuannya tentang hukum sangat cocok (jadi wapres-red) dan berpengalaman lengkap di bidang eksekutif, legislatif dan judikatif, “ ujarnya.
Presiden ke-5 RI itu juga menitipkan pesan pada Mahfud MD terkait supremasi hukum di Indonesia karena menilai sepak terjangnya sebagai pendekar hukum dan pembela wong cilik dan memiliki greget untuk menegakkan hukum tanpa pandang bulu.
Menjelang pendaftaran capres/cawapres 19 Okt. Sampai 25 November, tinggal Koalisi Indonesia Maju (KIM) terdiri dari Partai Gerindra, Partai Golkar, Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional, Partai Solidaritas Indonesia, Partai Bulan Bintang, Partai Gelora dan Partai Garuda yang belum mengumumkan cawapresnya.
Diduga kuat, KIM akan mengajukan Walikota Solo Gibran Raka Buming Raka sebagai cawapres setelah Mahkamah Konstitusi (16/10) mengabulkan sebagian permohononan UU Pemilu terkait pengecualian batas 40 tahun usia minimum capres/cawapres sepanjang pernah atau sedang menjabat kepala daerah.
Sementara Koalisi Perubahan untuk Peratuan (KPP) beranggotakan Partai Nasdem, Partai Kebangkitab Bangsa (PKB) dan Partai Kesejahteraan Sosial (PKS) sudah lebih dulu mengajukan cawapresnya, Muhaimi Iskandar (PKB) untuk mendampingi capres Anies Baswedan.
Bagi rakyat, salah satu dari ketiga pasangan mana pun yang terpilih, yang penting, menepati janji-janjinya selama kampanye, amanah, jujur dan bersih, mampu dan bernyali membasmi korupsi, kejahatan luar biasa yang sudah merasuki seluruh sendi-sendi kehidupan di negeri ini.





