KARAWANG – Puluhan hektare lahan persawahan di berbagai kecamatan di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, terendam banjir karena meluapnya Sungai Cibeet dan Citarum.
Kabid Perkebunan dan Perlindungan Tanaman Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Karawang, Dadan Danny, menyampaikan bahwa saat ini ada sekitar 58 hektare lahan sawah yang terendam banjir.
“Luas sawah yang terdampak tersebar di tiga kecamatan, yaitu Ciampel, Telukjambe Timur, dan Telukjambe Barat,” katanya dilansir dari Antara, Sabtu (6/1/2024).
Wilayah Telukjambe Barat, sawah yang terendam seluas 46 hektare, sementara di Telukjambe Timur ada 9 hektare, dan di Ciampel terdapat 3 hektare.
Ketinggian air yang merendam lahan persawahan ini mencapai sekitar 50-70 sentimeter.
Tanaman padi yang terkena dampak banjir memiliki beragam usia, termasuk yang sudah mendekati masa panen sekitar 90 hari atau yang masih muda sekitar 45 hari. Tanaman yang berusia lebih dari tiga hari kemungkinan besar akan mengalami gagal panen.
Dadan menyampaikan bahwa petani yang mengalami gagal panen dapat mengajukan ganti rugi dari dampak banjir melalui asuransi usaha tani padi, asalkan mereka telah mendaftarkan lahan sawahnya.
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan akan mendorong para petani yang belum mendaftar agar segera mendaftarkan lahan mereka untuk mendapatkan perlindungan asuransi. Caranya adalah dengan menghubungi UPTD Pertanian setempat.





