Perketat Gerak Teroris, Polisi Andalkan Ibu-ibu Lebih Kenal Tetangga

Ilustrasi penyergapan/ Foto: Antara

SIDOARJO – Keberadaan teroris bisa ada dimana saja, mungkin juga tidak diduga ada di dekat kita. Untuk itu, Kepolisian Resor (Polres) Sidoarjo Jawa Timur menggencarkan program “ibu peduli tetangga” untuk mempersempit gerak teroris.

Kepala Kepolisian Resor Sidoarjo Ajun Komisaris Besar Polisi Anwar Nasir mengatakan akan kembali gencarkan program tersebut, “Program tersebut dirasa mampu untuk mempersempit ruang gerak terorisme dan sementara kami gencarkan kembali program tersebut,” ucapnya

Menurutnya, program tersebut merupakan cara efektif untuk lebih mengetahui siapa tetangga. Dengan begitu, terutama pendatang akan mudah terdeteksi asal-usulnya.

“Sebenarnya program ini sudah lama, mengingat keberadaan teroris yang sudah sangat membahayakan. Makanya kami harus berhati-hati,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan alasan memilih ibu-ibu yang diaktifkan dalam program ini, “Sedangkan yang menjadi alasan Ibu-ibu peduli tetangga karena yang paling banyak memiliki waktu di rumah adalah ibu-ibu dibandingkan bapak-bapak,” tegasnya, seperti diberitakan Antara, Sabtu (11/6/2016).

Sehingga, lanjut dia, pihaknya meminta supaya masyarakat tetap waspada dan turut andil dalam menjaga lingkungannya dari aksi teroris tersebut.

Ia mengimbau masyarakat harus tahu siapa tetangganya dan harus kenal karena dengan begitu masyarakat bisa menjaga wilayahnya masing-masing dari ancaman teroris maupun tindakan kejahatan lainnya.

Program ini kembali dicanangkan menyusul adanya penangkapan terhadap tiga teroris oleh Detasemen Khusus Anti-Teror 88 Mabes Polri di kawasan Surabaya beberapa waktu lalu yang membuat petugas melakukan pengetatan pengawasan.

Advertisement