JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan pentingnya penyelesaian kasus bullying atau perundungan di sekolah tanpa ditutup-tutupi demi nama baik institusi.
Presiden Jokowi menyampaikan kekhawatirannya terhadap kasus perundungan, kekerasan, dan pelecehan terhadap siswa, bahkan yang berujung pada korban jiwa.
“Biasanya, kasus ‘bullying’ (perundungan) ini ditutup-tutupi untuk melindungi nama baik sekolah. Saya kira yang baik adalah menyelesaikan dan memperbaiki,” katanya, dilansir dari Antara.
Jokowi menekankan bahwa sekolah harus menjadi lingkungan yang aman, di mana siswa dapat belajar, bertanya, berkreasi, bermain, dan bersosialisasi tanpa takut atau tekanan.
“Jangan sampai ada siswa yang takut, ketakutan di sekolah. Jangan sampai ada siswa yang tertekan di sekolah, dan tidak betah di sekolah,” kata Jokowi.
Ia memberikan harapan besar kepada para guru untuk menjadi garda terdepan dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.
Pencegahan kasus perundungan menjadi fokus, dengan Presiden meminta guru untuk memberi prioritas pada hak-hak anak dan menyelesaikan masalah tersebut tanpa penutupan.
“Utamakan pencegahan, utamakan hak-hak anak-anak kita, utamanya kepada korban jangan sampai kasus ‘bullying’ ditutup-tutupi, tapi diselesaikan,” kata dia.
Presiden Jokowi juga menekankan pentingnya pendidikan dan pengembangan karakter serta kemampuan sumber daya manusia dalam rangka mencapai visi Indonesia Emas 2045.





