LONDON—Sebuah laporan yang dirilis lembaga riset kebijakan pangan internasional “2016 Global Nutrition Report” menyebutkan, 1 dari 3 anak di dunia menderita gizi buruk atau gizi kurang. Kondisi membuat mereka rentan penyakit dan rawan tidak terlayani fasilitas kesehatan.
Tidak hanya kurang gizi, jumlah berat badan berlebih juga sangat tinggi. Jumlahnya merata di hampir setiap negara. Malnutrisi ini menjadi salah satu penyebab terbesar kematian balita di seluruh dunia. Anak yang mengalami malnutrisi ini rentan menderita penyakit jantung, sementara yang kelebihan berat badan berisiko menderita kanker dan diabetes.
Lawrence Haddad, seorang peneliti senior di lembaga yang berbasis di AS ini mengatakan, biaya untuk mengatasi malnutrisi ini sangat mengejutkan. Ia memperingatkan, 11 persen Produk Domestik Bruto (PDB) terancam hilang setiap tahunnya di Afrika dan Asia.
“Di Amerika Serikat, ketika satu orang dalam rumah tangga menderita obesitas, rumah tangga tersebut membutuhkan rata-rata 8,0 persen tambahan pendapatan tahunan mereka untuk kesehatan. Sementara di Cina, penderita diabetes mengalami kerugian 16,3 persen pendapatan,” ujarnya seperti dilansir Channel News Asia, Selasa (14/6/2016).
Haddad menambahkan, harus ada komitmen politik dari setiap pemerintah untuk mengatasi masalah ini. “Para pemimpin di pemerintahan, masyarakat sipil, akademisi dan sektor bisnis harus berkomitmen,” tambahnya.





