PESISIR SELATAN — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Sumatera Barat melalui Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) menyalurkan bantuan untuk masyarakat terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Pesisir Selatan.
Feri Hermawan, Manager Unit Kehumasan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Sumatera Barat menyampaikan terimakasih kepada Dompet Dhuafa Singgalang yang ikut kolaborasi dengan PSBI menyalurkan bantuan untuk korban terdampak banjir dan longsor di Pessel.
“Untuk sementara bantuan yang kami berikan berupa sembako, berhubung dalam suasana Ramadan. Namun tidak menutup kemungkinan bantuan yang serupa juga akan kami berikan ke daerah lainnya di Sumbar,” kata Feri saat dikonfirmasi tim media Dompet Dhuafa Singgalang, Jumat (15/03/2024).
“Mudah-mudahan tanggap darurat segera berakhir, kondisi kembali pulih dan kami berharap semoga bantuan ini bermanfaat, bisa mengurangi kedukaan bagi masyarakat terdampak bencana di pessel,” imbuh Feri.
Zuhaldi, Wali Nagari Gantiang Mudiak Utara Surantih menyampaikan, total 162 KK terdampak dari musibah banjir bandang, dan daerah Gantian Mudiak Utara menjadi salah satu daerah paling terdampak, hal ini dihitung dari warga yang kehilangan rumah maupun yang mengalami kerusakan rumah yang berat.
Zulhaldi turut berterimakasih kepada Bank Indonesia Sumbar atas bantuan yang di distribusikan ke daerahnya.
“Seluruh instansi, pemerintah nagari, dan masyarakat mengucapkan terimakasih dengan bantuan yang diberikan BI Sumbar, khususnya di Nagari Gantiang Mudiak Utara Surantih,” imbuhnya.
.
Irmaim, salah seorang warga Nagari Gantiang Mudiak Utara Surantih menceritakan kronologi banjir bandang yang menggenangi rumah warga. Sejak pukul 13.00 WIB hingga waktu dini hari, curah hujan sangat tinggi malamnya datang banjir bandang yang berasal dari daerah Langgai. Air pun menggenangi rumah-rumah warga. “Alhamdulillah saya diantara beberapa korban yang selamat,” kata Irmaim.
.
“Kami sangat mengarapkan tambahan bantuan dari luar. Semua barang hanyut terbawa banjir sehingga saat ini kami membutuhkan bantuan untuk kami bertahan hidup dan sumber mata pencaharian kami sudah tidak ada lagi,” pungkas Irmaim.





