Jangan Tunggu Rezeki Berlimpah untuk Sedekah

Ilustrasi sedekah. (Foto: freepik.com)

JAKARTA – Banyak orang memilih untuk menahan harta mereka dan berjanji untuk bersedekah lebih banyak saat rezeki sudah berlimpah. Namun, kenyataannya, rezeki yang berlimpah seringkali datang setelah kita bersedekah.

Ini berarti, semakin sering kita bersedekah, semakin besar peluang kita mendapatkan rezeki yang berlimpah.

“Permisalan (nafkah yang dikeluarkan) orang-orang yang menafkahkan harta di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Mahaluas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS Al-Baqarah: 261)

Setidaknya, ada lima alasan mengapa sebaiknya kita bersedekah sekarang juga, tanpa perlu menunggu rezeki berlimpah:

  • Nilai Sedekah saat Sulit Lebih Besar

Memberikan sedekah sebesar lima puluh ribu Rupiah ketika kita hanya memiliki uang seratus ribu Rupiah lebih berharga dibandingkan memberikan sedekah sebesar satu juta Rupiah saat memiliki harta miliaran.

“Satu dirham dapat mengungguli seratus ribu dirham“. Lalu ada yang bertanya, “Bagaimana itu bisa terjadi wahai Rasulullah?” Beliau jelaskan, “Ada seorang yang memiliki dua dirham lalu mengambil satu dirham untuk disedekahkan. Ada pula seseorang memiliki harta yang banyak sekali, lalu ia mengambil dari kantongnya seratus ribu dirham untuk disedekahkan.” (HR An Nasai no. 2527 dan Imam Ahmad 2: 379. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadis ini hasan)

  • Saat Miskin Pelit Sedekah Apalagi Kaya

Status kekayaan atau kemiskinan hanya dipengaruhi oleh mental seseorang. Orang yang miskin hati, saat kekurangan uang, akan cenderung pelit. Bahkan saat memiliki banyak uang pun, kecenderungannya tetap saja pelit.

Di sisi lain, individu yang kaya hati, ketika dalam keadaan kekurangan, cenderung suka berbagi. Hal ini berlanjut ketika mereka menjadi kaya.

Dengan demikian, orang yang menunda untuk bersedekah sampai rezeki berlimpah adalah kemungkinan besar orang yang miskin hati.

  • Sedekah Terbaik Dilakukan ketika Takut Miskin

Jika sudah kaya nanti, dengan kelimpahan rezeki, bersedekah menjadi biasa-biasa saja. Justru, sedekah terbaik dilakukan ketika kita masih mengharap kekayaan dan takut kemiskinan.

“Engkau bersedekah dalam kondisi sehat dan berat mengeluarkannya, dalam kondisi kamu khawatir miskin dan mengharap kaya. Maka janganlah kamu tunda, sehingga ruh sampai di tenggorokan, ketika itu kamu mengatakan, ‘Untuk fulan sekian, untuk fulan sekian, dan untuk fulan sekian.’ Padahal telah menjadi milik si fulan.” (HR Bukhari dan Muslim)

  • Rezeki Milik Kita adalah yang Digunakan dan Sedekahkan

Banyak orang menyimpan kelebihan rezeki mereka dan enggan bersedekah karena merasa terlalu sayang untuk memberikannya.

Akibatnya, saat mereka meninggal, tumpukan harta tersebut menjadi bahan rebutan di antara ahli warisnya. Sementara sang mayit hanya ditemani oleh amalan saleh yang pernah ia sedekahkan dalam hidupnya.

“Siapakah di antara kamu yang lebih menyukai harta ahli warisnya daripada hartanya sendiri?” Serentak para sahabat menjawab, “Ya Rasulullah, tiada seorang pun dari kami, melainkan hartanya adalah lebih dicintainya.” Beliau kemudian bersabda, “Sungguh harta sendiri ialah apa yang telah terdahulu digunakannya, sedangkan harta ahli warisnya adalah segala yang ditinggalkannya (setelah dia mati).” (HR Bukhari dan Muslim)

  • Kita Kerkejaran dengan Kematian

Kita perlu bersedekah sekarang juga tanpa menunggu-nunggu datangnya rezeki karena hakikatnya kita setiap harinya sedang berkejaran dengan kematian.

“Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh.” (QS An Nisa: 78)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here