Rusia ingatkan Perancis tidak bela Ukraina

Satuan Legion Asing Perancis yang kesohr. Rusia ingatkan Perancis agar tidak ikut-ikutan membela Ukraina.

RUSIA mengingatkan Perancis untuk tidak gegabah membela Ukraina karena jika terjadi, pasukan Beruang Merah itu akan menganggapnya sebagai sasaran tembak yang sah.

Pernyataan itu dilontarkan Jubir Kemenlu Rusia Maria Zakharova seperti dikutip Reuters, Rabu (8/5) menanggapi pernyataan Presiden Perancis, Emmanuel Macron Feb. lalu yang menyebutkan, pihaknya tidak mengesampingkan pengiriman pasukan darat ke Ukraina.

Perang Rusia – Ukraina telah berjalan dua tahun lebih sejak invasi Rusia ke wilayah tetangganya itu pada 24 Feb. 2022 yang sampai hari ini sudah menewaskan ratusan ribu anggota pasukan kedua belah pihak.

Mesin perang raksasa Rusia ternyata tidak mampu dengan cepat menggilas Ukraina yang jauh lebih kecil dan stok persenjataan terbatas karena aliran persenjataan modern terutama dari AS  dan sekutu-sekutunya di Aliansi Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

“Jika Perancis muncul di zona konflik, mereka pasti akan menjadi sasaran pasukan Rusia. Bagi saya, Paris sudah punya buktinya,” jelasnya.

Lebih jauh Zakharova mengingatkan, pihaknya akan menguji  penempatan senjata nuklir taktis sebagai bagian dari latihan militer setelah apa yang dikatakan Moskow sebagai ancaman dari Perancis, Inggris dan AS.

Sebaliknya, Kepala Staf Tentara Perancis, Jenderal Schill mengatakan kepada Le Monde bahwa pasukan Perancis sudah siap.

 

“Perancis dapat yakin, terlepas dari perkembangan situasi internasional: tentara mereka akan bereaksi,” lanjutnya.

Presiden Prancis, Emmanuel Macron dalam beberapa pekan terakhir telah berulang kali menolak mengesampingkan pengiriman pasukan Barat ke Ukraina untuk membantu Kiev melawan Moskow, yang ia gambarkan sebagai musuh Paris.

Menurut sumber lain, Prancis mengabaikan peringatan Presiden Rusia Vladimir Putin kepada Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) bahwa konfrontasi langsung antara Moskow dan NATO akan menjadi langkah menuju Perang Dunia III.

Kepala badan intelijen luar negeri Rusia (SVR), Sergei Naryshkin, mengatakan, Perancis sedang mempersiapkan pasukannya untuk dikerahkan di Ukraina. Menurutnya, Paris sedang bersiap mengirimkan hingga 2.000 tentara ke Kiev.

“Tentara Prancis memang akan menjadi target prioritas yang sah untuk serangan angkatan bersenjata Rusia,” kata Naryshkin.

Berikut perbandingan kekuatan militer Rusia dan Perancis dilansir berbagai sumber:

 

Rusia

Kekuatan militer Rusia, dengan pwer indeks 0,0702  menduduki urutan ke 2 dari 145 negara, sedangkan jumlah personil aktifnya 1, 32 juta tentara dan cadangan dua juta orang ditambah paramiliter 250 ribu orang.

AU Rusia  memiliki 4.255 pesawat, termasuk 809 pesawat tempur, 730 pesawat serang khusus, 453 pesawat angkut, 145  pesawat misi khusus, 19 pesawat tanker 19, 1.547  helikopter termasuk 59 helikopter serang.

Sementara matra laut Rusia didukung 781 kapal termasuk satu  kapal induk, 65 kapal selam, 14 kapal perusak, 12 fregat, 83 korvet, 122 kapal patroli  dan 47 penyapu rajau, sedangkan arsenal nuklirnya memiliki 5.580 hulu ledak, 1.710 di antaranya siap dikerahkan.

Menurut sumber lain, Perancis mengabaikan peringatan Presiden Rusia Vladimir Putin kepada NATO bahwa konfrontasi langsung antara Moskow dan NATO bakal memicu Perang Dunia III.

 Perancis

Ranking kekuatan militer Perancis menempati ranking ke-11 dari 145 negara, sementara power indeksnya 0,1878 didukung 200 ribu personil aktif, 26 ribu tentara cadangan dan 150 ribu personel paramiliter.

Matra udaranya didukung 972 pesawat termasuk 224 pesawat tempur, 118 pesawat angkut, 44  pesawat misi khusus 44 dan 17  pesawat tanker, selain 447 helikopter termasuk 69 helikopter serang.

AD Perancis mengoperasikan 222 unit tank tempur, 85.000  kendaraan lapis baja, 96 pucuk artileri swagerak dan sembilan kendaraan peluncur roket.

AL-nya mengopersikan 128 kapal termasuk satu kapal induk, sembilan kapal selam, 10 fregat, 11 korvet, 15 kapal patroli dan 17 penyapu ranjau, sedangkan kekuatan nuklirnya memiliki 290 hulu ledak yang 280 diantaranya siap diluncurkan.

Dari belanja militer 2024, Rusia yang berada di ranking ke-3 setelah AS dan China yakni 109 miliar dollar AS (setara Rp1.744 triliun), sementara Perancis di urutan ke-10 dengan nilai 49,7 miliar dollar AS (sekitar Rp795,2 triliun).

Jika Perancis terlibat perang, tentu seluruhnya 30 negara anggota NAT0 tak akan tinggal diam, sebaliknya Rusia bakal didukung China dan Korea Utara, Iran dan lainnya.    (berbagai sumber/ns)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here