Pasukan Israel bergerak ke Rafah timur

Dimotori tank-tank tempur Merkava andalannya, pasukan Israel mulai bergerak ke Rafah Timur (14/5) mengabaikan peringtan AS dan komunitas in'tl.

BERGEMING dari tekanan Amerika Serikat dan komunitas int’l, pasukan darat Israel dimotori tank-tank tempur utama Merkava andalannya dilaporkan bergerak maju ke wilayah Rafah timur, Gaza, Palestina, Selasa (14/5).

Pengadilan Tinggi PBB dilaporkan juga bakal menggelar sidang, Kamis dan Jumat (16 dan 17 Mei) utuk membahas serangan Israel ke Rafah  dan  mengupayakan tindakan darurat baru atas perkembangan itu.

Qatar dan Mesir yang memprakasai mediasi untuk mencapai gencatan senjata antara Hamas dan Israel dilaporkan telah menghentikan upaya mereka.

Petinggi Israel termaasuk PM Benjamin Netanyahu telah bersumpah  untuk terus maju ke Rafah bahkan tanpa dukungan sekutunya (AS), dan menyebutkan, operasi darat diperlukan untuk membasmi empat batalyon Hamas tersisa yang bersembunyi di Rafah.

“Tank-tank kami bergerak maju pagi ini di sebelah barat Jalan Salahuddin menuju kawasan Brzail dan Jneina. Mereka berada di jalan-jalan di dalam kawasan yang dibangun dimana terjadi bentrokan,” kata seorang warga pada Reuters.

Tayangan medsos tersebut menunjukkan sebuah tank Israel yang berada di di George Street di lingkungan Al-Jneina namun Reuters tidak dapat memverifikasi video tersebut.

Sebaliknya sayap bersenjata Hamas mengatakan mereka telah menghancurkan sebuah kapal Israel dengan rudal Al-Yassin 105 di lingkungan timur Al-Salam, menewaskan beberapa anggota awak kapal dan melukai lainnya.

Namun, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menolak mengomentari laporan tersebut, sementara dalam ringkasan kegiatannya, IDF mengatakan pasukannya telah melenyapkan beberapa kelompok militan bersenjata dalam pertempuran jarak dekat di sisi Gaza di perbatasan Rafah dengan Mesir.

Korban perempuan dan anak-anak

Sementara itu, mengacu data Kementerian Kesehatan di Gaza, PBB pada Selasa, (15/5) menyebutkan, sebagian besar korban tewas akibat serangan Israel adalah perempuan dan anak-anak.

Kementerian itu sebelumnya pada 30 April mengklaim telah mengidentifikasi hampir 25.000 orang yang terbunuh, dengan elemen-elemen identifikasi yang hilang untuk sisa dari hampir 10.000 orang yang telah meninggal.

Dari mereka yang telah berhasil diidentifikasi sepenuhnya disebutkan40 persen berjenis kelamin laki-laki, 20 persen perempuan dan 32 persen anak-anak. Sementara delapan persen lainnya lansia yang tidak dikelompokkan berdasarkan jenis kelamin.

Jubir WHO Christian Lindmeier menyebutkan, angka barau tetanga jumlah korban merupakan yang paling komprehensif yang tersedia hingga saat ini.

Dengan menerapkan rasio yang sama pada mereka yang tidak teridentifikasi dan mengasumsikan perempuan mewakili setengah dari jumlah lansia, menurut LIdmeier, dapat diperkirakan setidaknya 56 persen perempuan dan anak-anak termasuk di antara lebih  35.000 orang yang tewas.

Lindmeier mengatakan, jumlah itu belum termasuk korban tewas yang masih tertimbun di reruntuhan.

“Ada lebih banyak perempuan dan anak-anak yang mungkin masih berada di antara ribuan orang yang diyakini masih berada di bawah reruntuhan karena merekalah yang biasanya tinggal di rumah,” katanya, sebagaimana dilansir AFP.

Menurut dia, persentase perempuan dan anak-anak yang menjadi korfba tewas di Gaza, lebih banyak sehingga dari perhitungan statistik,  minimum jumlah korban sampai 60 persen adalah perempuan dan anak-anak,” jelasnya.

Sedangkan Jubir badan kemanusiaan PBB, OCHA, mengatakan, rincian baru angka korban  tidak bertentangan dengan perkiraan sebelumnya bahwa perempuan dan anak-anak mencapai lebih dari dua pertiga dari mereka yang tewas di Gaza.

“Apa yang diberikan oleh Kementerian Kesehatan sekarang hanyalah rincian lebih lanjut tentang sub-bagian dari keseluruhan penghitungan 35.000 angka kematian. Ini tidak saling terpisah,” katanya.

Karena minim akses, badan-badan PBB sejak awal perang Gaza pada (7 Okt. ’23) mengandalkan data jumlah korban tewas dari  Kemenkes yang dikuasai Hamas yang menyebutkan, sampai Selasa (24/5) setidaknya 35.173 orang telah terbunuh di Gaza sejak hari pertama operasi militer Israel (8 OKt. ). (Berbagai sumber/ns)

 

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here