
PERANCIS – Penyelenggaraan Piala Euro 2016 di Perancis membuat bantuan kemanusiaan Inggris bagi para pengungsi di Perancis dilarang masuk.
Larangan masuk tersebut didasari kekhawatiran keamanan selama penyelenggaraan kejuaraan sepakbola Euro 2016 di Perancis dan kebijakan kontraterorisme.
Dilansir VOA, sebuah konvoi sekitar 250 kendaraan dari Inggris yang membawa sumbangan untuk penghuni kamp pengungsi Calais, dihentikan di Dover setelah pihak berwenang Perancis tidak memberi izin masuk ke negara tersebut, Sabtu (18/6/2016).
Konvoi dengan misi kemanusiaan yang terdiri dari beberapa kelompok, termasuk dari Stop the War Coalition and People’s Assembly, berkumpul di dekat Parlemen Inggris Sabtu pagi dan pihak penyelenggara berharap akan masuk ke wilayah utara Perancis sore hari waktu setempat.
Sayangnya, iring-iringan harus dihentikan ketika para pejabat Perancis melakukan pemeriksaan di perbatasan di wilayah Inggris sebagai bagian dari perjanjian bilateral, dan mencegah mereka naik ke kapal feri dari pelabuhan Kent di Dover menuju Calais.
Akibatnya, para supir kendaraan pun meninggalkan mobil mereka dan pergi ke pos perbatasan untuk memprotes keputusan larangan masuk itu dan kebijakan migran, dan menyampaikan pesan yang kuat mendukung para pengungsi.
Terkait hal ini, polisi Perancis membenarkan larangan masuk tersebut, yang didasari kekhawatiran keamanan selama penyelenggaraan kejuaraan sepakbola Euro 2016 di Perancis dan kebijakan kontraterorisme.
Menurut perkiraan resmi bulan April, kira-kira empat ribu migran, terutama dari Afghanistan dan Sudan, tinggal di kamp Calais. Pihak penyelenggara konvoi itu mengklaim jumlahnya hampir lima ribu pengungsi.




