China dan Arab serukan stop perang Gaza

Pangeran MBS dari Arab Saudi (kiri) dan Presiden China Xi Jinping. Negara-negara Arab dan China sama-sama mendukung Palestina dan menyerukan stop Perang Gaza antara Hamas dan Israel.

CHINA dan negara-negara Arab kompak untuk mendukung  kemerdekaan dan keanggotaan Palestina di PBB, solusi dua negara (two states solution) atas krisis Palestina dan penghentian Perang Gaza.

Selain itu, upaya kerjasama antara China dan negara-negara Arab menghadapi isu-isu panas global berdasarkan prinsip keadilan, stabilitas dan perdamaian jangka panjang juga ditekankan dalam Forum Kerjasama China dan Arab di Beijing yang digelar sejak Kamis (30/5).

Sementara, menurut catatan, walau di atas kertas, di kancah politik, negara-negara Arab mendukung Palestina, sebagian juga sudah menjalin relasi diplomatik atau diam-diam membuka hubungan Kerjasama  dengan Israel.

Mesir, lebih dulu berdamai dengan Israel dalam perjanjian Camp David, AS pada 1979, disusul Jordania pada 1993, Qatar berdasarkan perjanjian Oslo, lalu Sudan, Uni Emirat Arab dan Qatar dalam Prakarsa Abraham pada 2020, sementara Arab Saudi diam-diam juga menjalin kerjasama dengan negara Yahudi itu.

China sejak dekade terakhir ini memang gencar melancarkan upaya diplomasi ke berbagai kawasan dengan menggagas pertemuan multilateral mau pun bilateral dengan kelompok negara Arab, Afrika dan ASEAN, juga mengepakkan sayapnya sampai ke Pasifik Selatan.

Mengenai Parang Gaza sejak penyusupan Hamas ke wilayah Israel selatan 7 Okt. lalu yang menewaskan 1.200 warga negara Yahudi itu dan membawa 240 sandera dan dibalas lebih brutal oleh Israel dengan membombardir Gaza sejak 8 Okt, sampai hari ini.

Sekitar 36-ribu milisi Hamas dan warga sipil  Palestina tewas, 82-000 terluka dan 10.000 hilang dan ratusan ribu orang mengungsi ke Rafah, dekat perbatasan Mesir yang juga diserbu Israel saat ini dalam upaya menghabisi sisa-sisa Hamas yang berbaur dengan pengungsi.

Selain mendukung kemerdekaan Paleestina dan solusi dua negara yakni Israel dan Palestina yang juga didukung negara-negara Arab,  China menjanjikan bantuan 69 juta dollar AS (1.104 triliun) untuk program kemanuiaan di Gaza dan tiga juta dollar AS Rrp 48 triliun)  bagi Badan Kerjasama Bantuan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA).

Dengan negara-negara Arab, China juga bekerjasama di bidang pengembangan energi bersih, luar angkasa, perdagangan dan layanan kesehatan.

China sejauh ini juga merupakan salah satu pembeli utama minyak bumi dan gas dari negara-negara Arab dan nilai perdagangan antara China dan negara-negara Teluk pada 2023 mencapai 286,9 miliar dollar AS (Rp4.590 triliun).

Para pengamat menilai, China memprioritaskan relasi ekonomi di kawasan Timur Tengah dengan melanjutkan momentum yang sudah dibangun dalam beberapa tahun terakhir  di bidang perdagangan, teknologi dan program siber.

Tidak ada makan siang gratis, teman atau musuh kekal, yang ada kepentingn abadi. (AP/AFP/Reuters/ns)

 

 

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here