PM Modi gagal raih mayoritas parlemen

PM Nrendra Modi menang lagi untuk ketiga kalinya dalam pemilu India, namun partainya, BJP gagal meraih suara mayoritas di parlemen (Lok Shaba)

PM India Narendra Modi dilantik untuk ketiga kalinya setelah memenangkan pemilu, namun Partai Barathiya Janata (BJP) pimpinannya, untuk pertama kalinya gagal meraih suara mayoritas di Lok Sabha (Majelis Rendah).

BJP hanya mampu mengumpulkan 240 dari 543 kursi di Majelis Rendah atau masih memerlukan 32 kursi lagi untuk menguaai posisi mayoritas yang mendominasi negara bagian Bihar yang berperan menentukan kebijakan pemerintah.

Namun bagi Modi, kemenangan dalam pemilu kali ini berarti memperpanjang masa jabatannya untuk ketiga kalinya sebagai PM negara berpenduduk terpadat di dunia (1,43 miliar jiwa) yang prestasinya hanya bisa disamai PM Yawaharal Nehru.

“Tidak ada pemerintahan (India-red) yang tiga kali berkuasa sejak 1962, “ ujar Modi di depan massa partai BJP untuk memberikan selamat atas kemenangan partai dalam pemilu kali ini.

Dengan jumlah perolehan kursi di parlemen sebanyak itu, Modi harus membangun koalisi dengan dua partai pendukungnya yakni Partai Telugu Desam yang menguasai Negara Bagian Andhra Pradesh dan The Janata Dal yang mendominasi di Negara Bagian Bihar.

Dari hasil perlehan kursi BJP pada pemilu-pemilu sebelumnya yakni 350 dari 543 kursi Majelis Rendah pada pemilu 2014, lalu menurun menjadi 303 kursi walau masih menguasai kursi mayoritas.

Sebaliknya, kenaikan perolehan kursi diraih kelompok oposisi Aliansi India (India National Developmental Inclusive Alliance) yang dimotori Partai Nasional Kongres India (INC) dipimpin Rahul Gandhi yang mengumpulkan 230 kursi, sementara INC sendiri mendapatkan 99 kursi (naik dua kali lipat dari Pemilu 2019 sebanyak 52 kursi).

Berdasarkan UU Pemilu India, partai atau koalisi partai yang meraih 272 kursi  di parlemen dapat membentuk pemerintahan, sementara pemilu di India yang terbesar di dunia digelar dalam tujuh tahapan selama enam minggu diiikuti lebih satu miliar pemilih .

Presiden INC Malikarjun Karge menilai, hasil pemilu mencerminkan kemenangan rakyat dalam berdemokrasi dan menganggap Modi kalah secara politik dan moral.

Sementara pengamat plitik, Pratap Bhanu Mehta menyebutkan, pemilu kali ini berhasil memecahkan gelembung kekuasaan Modi yang menganggapnya sebagai pembuktian bagi dirinya.

“Ternyata ia hanyalah seorang politikus biasa yang nasibnya ditentukan oleh rakyat, “ ujar Bhanu.

Tudingan dari kelompok oposisi terkait adanya tekanan dan kecurangan pemilu oleh pemerintah menjelang hari “H” Pemilu tercermin dari pemenjaraan dua pemimpin negara bagian dari kelompok oposisi yang juga menjadi rahasia publik.

India selain menghadapi isu resesi eknomi global, juga rivalitas dengan tetangganya, China,  tercermin dari sejumlah insiden di perbatasan dan sengketa terkait sumber air Sungai Brahmaputra  di Tibet yang akan dialihkan China ke wilayahnya. (AP/AFP/Reuters/ns)

 

 

 

 

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here