Isu reshuffle kabinet ramai lagi

Menparekraf Sandiaga Uno menyatakan siap-siap saja jika ia akan dilengserkan dari kabinet seperti yang beredar tentang rencana reshuffle kabinet Presiden Jokowi yang beredar di media pekan aini

HANYA tersisa beberapa bulan lagi di penghujung masa periode kedua kepemimpinan Presiden Joko Widodo, merebak lagi isu perombakan kabinet, sehingga ada menteri yang merasa bakal dilengserkan.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno misalnya, mengaku siap jika dicopot dari Kabinet Indonesia Maju (KIM) pimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Maruf Amin.

Meski begitu, Sandiaga menyebut, dirinya belum mendengar kabar langsung dari Istana mengenai isu perombakan kabinet atau reshuffle dalam waktu dekat.

“Saya belum mendengarnya cuma baca dari media (soal isu reshuffle). Tapi sebagai pembantu presiden saya siap di-reshuffle kapan pun,” kata Sandiaga saat ditemui di kawasan Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (16/6)

Namun di tengah isu reshuffle, Sandiaga mengeklaim kabinet pemerintahan Jokowi-Maruf justru semakin solid menjelang akhir masa jabatan. “Saya super solid,” ujarnya.

Sandiaga menambahkan, ia akan terus bekerja dengan maksimal dan “allout”  di sisa masa tiga atau empat bulan jabatannya sebagai menteri. “Gaspol pada tiga atau empat buan  terakhir ini,” katanya.

Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu juga mengaku, ia sudah mulai kunjungan perpisahan, farewell tour, dan menyebutkan, sejumlah program andalannya berhasil mengangkat pariwisata ke 20 besar dunia. “Nanti akan diteruskan secara estafet oleh pengganti saya, “ ujanya.

Isu perombakan kabinet sebelumnya ditiupkan oleh Ketum Relawan Pro Jokowi (Projo) Budi Arie Setiadi, namun demikian, menurut dia, kepastian reshuffle tetap menjadi hak prerogatif dari Presiden Jokowi.

“Itu kan hak prerogatif Presiden,  masak kita komentari. Ya bisa iya, bisa enggak,” ujar Budi Arie di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis pekan lalu (13/6),

Yang juga membuat viral di media pekan ini ialah penggantian seumlah dewan Pengawas BUMN yang sebagian diisi oleh sejumlaha relawan dan politisi partai koalisi pendukung atau pengusung paslon Prabow-Gibran dalam Plpres lalu.

Siapau pun pemimpin Indonesia ke depan, Indonesia memerlukan tokoh-tokoh pembaharu yang inofativ, kerja keras dan jujur, jadi selayaknya, pemlihan pembantu-pembantu rezim lima tahun mendatang bukan dilatarbelakangai bagi-bagai keuasaan.

 

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here