Sedekah Bulan Muharam: Amalan yang Dianjurkan Rasul, Dahsyat Pahalanya

Ilustrasi. (Foto: istockphoto)

JAKARTA – Sedekah bisa dilakukan kapan saja, termasuk pada bulan Muharam, yang dikenal memiliki banyak keutamaan dan disebut sebagai bulannya Allah SWT atau syahrullah.

Dalam surah Al-Baqarah ayat 245, dianjurkan untuk bersedekah:

“Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan memperlipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.”

Menurut Tafsir Al-Qur’an Kementerian Agama RI, ayat ini menjelaskan bahwa orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah SWT dengan harta yang halal dan niat ikhlas akan mendapatkan balasan kebaikan yang berlipat ganda.

Bagaimana dengan pahala sedekah di bulan Muharam? Adakah keistimewaan khusus?

Pahala Sedekah di Bulan Muharam

Buku Adat Bersendi Syara Syara Bersendi Kitabullah karya Prof Dr H Mukhtar Latif dkk menyebutkan bahwa muslim dianjurkan untuk memperbanyak sedekah di bulan Muharram. Sedekah harus dilakukan dengan ikhlas mengharapkan rida Allah SWT tanpa memberatkan diri sendiri.

Muslim yang bersedekah di bulan Muharram akan mendapatkan pahala yang dilipatgandakan oleh Allah SWT. Dari Abu Sa’id al-Khudri, Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa memberi kelonggaran (nafkah) pada keluarganya pada hari Asyura, niscaya Allah akan memberikan kelonggaran (rezeki) kepadanya sepanjang tahun.” (HR Thabrani dan Baihaqi. Al-Albani mendaifkan hadis ini)

Hari Asyura jatuh pada 10 Muharam. Dalam riwayat lain, disebutkan bahwa bersedekah dengan makanan pada hari Asyura sama dengan memberi makan kepada umat Rasulullah SAW hingga kenyang.

Sedekah tidak hanya diberikan kepada orang yang membutuhkan, tetapi juga kepada keluarga. Abu Musa al-Madini meriwayatkan dari Ibnu Umar RA:

“Barang siapa berpuasa pada hari Asyura seakan-akan puasa satu tahun. Dan barang siapa bersedekah pada hari Asyura maka seperti sedekah satu tahun.” (HR Al-Bazzar)

Muharam adalah bulan di mana amal baik dan buruk dilipatgandakan. Oleh karena itu, Allah SWT menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak amal kebaikan dan menjauhi kemaksiatan serta kezaliman.

Keutamaan Sedekah dalam Hadis

Keutamaan sedekah disebutkan dalam sebuah hadis yang terdapat pada Syarah Riyadhus Shalihin Jilid 1 karya Imam Nawawi terjemahan Bamuallim dan Geis Abad, yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA.

Seorang lelaki mendatangi Nabi Muhammad seraya bertanya, “Ya Rasulullah, sedekah mana yang paling besar pahalanya?”

Beliau bersabda, “Yaitu jika engkau bersedekah, engkau itu masih sehat dan sebenarnya engkau kikir. Kau takut menjadi fakir dan engkau sangat berharap menjadi kaya. Tetapi janganlah engkau menunda-nunda sehingga apabila nyawamu telah sampai di kerongkongan lalu berkata, ‘Yang ini untuk fulan dan yang ini untuk fulan’, padahal yang demikian itu memang untuk fulan.” (HR Muttafaq’alaih)

Imam Nawawi menjelaskan bahwa ketika seorang muslim bersedekah dalam keadaan sehat, maka ia akan mendapatkan pahala yang besar. Sifat kikir biasanya muncul saat seseorang dalam keadaan sehat.

Jika seorang muslim bersikap dermawan dan bersedekah dalam keadaan sehat, ini menunjukkan keikhlasan hati dan cinta yang besar terhadap Allah SWT. Hal ini berbeda dengan kondisi orang yang sedang sakit atau di penghujung ajal, di mana mereka baru menyadari bahwa harta bukan lagi miliknya karena sudah putus asa dengan hidup.

Amalan Bulan Muharam Lainnya

Mengutip dari Majalah Aula Edisi Juli 2024, berikut sejumlah amalan bulan Muharram yang dapat dikerjakan selain sedekah.

1. Puasa Sunah

Pada Muharam, muslim bisa mengerjakan puasa sunah Tasua dan Asyura pada 9-10 Muharam. Dikatakan, puasa di bulan Muharam menjadi yang paling utama setelah Ramadan.Rasulullah SAW bersabda:

“Sungguh, jika aku masih hidup sampai tahun depan niscaya aku akan berpuasa pada tanggal 9 dan 10 (Muharam).” (HR Ahmad)

Selain itu, muslim juga bisa mengamalkan puasa Ayyamul Bidh yang dilakukan setiap pertengahan bulan Kamariah pada tanggal 13-15.

2. Menyantuni Anak Yatim

Menyantuni anak yatim termasuk ke dalam sedekah yang dapat dikerjakan kapan saja, khususnya Muharam. Bahkan, terdapat istilah Muharram sebagai lebaran anak yatim atau Idul Yatama. Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Allah SWT tidak akan memberikan azab di hari kiamat kepada orang-orang yang sayang kepada anak yatim.” (HR Thabrani)

Siapa pun yang memelihara anak yatim akan dijamin masuk surga oleh Allah SWT. Apalagi jika dilakukan pada Muharram sebagai bulan mulia.

Begitu pula dengan mengusap kepala anak yatim. Hal ini diterangkan dalam hadis berikut:

“Barang siapa mengusap kepala anak yatim semata-mata karena Allah, maka setiap rambut yang ia usap memperoleh satu kebaikan. Barang siapa berbuat baik kepada anak yatim di sekitarnya, maka ia denganku ketika di surga seperti dua jari ini. Nabi menunjukkan dua jarinya; jari telunjuk dan jari tengahnya.” (HR Ahmad)

3. Perbanyak Doa dan Istigfar

Muslim dapat memperbanyak doa dan istighfar saat bulan Muharam. Terkait hal ini dikatakan Nabi SAW dalam hadis berikut,

“Sesungguhnya Muharam adalah bulannya Allah yang di dalamnya menjadi hari bertobat umat Islam atas dosa-dosa yang terdahulu.” (HR Nasa’i)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here