Cara Ampuh Cegah Gondongan

Ilustrasi gondongan. (Foto: iStock)

JAKARTA – Gondongan terjadi akibat infeksi pada kelenjar ludah yang disebabkan oleh virus paramyxovirus, yang sangat mudah menular. Gejala gondongan meliputi pembengkakan di area tenggorokan dan rahang.

Meskipun umumnya menyerang anak-anak, penyakit ini dapat terjadi pada semua usia. Virus gondongan menyebar melalui kontak dengan cairan dari mulut, hidung, atau tenggorokan ketika seseorang yang terinfeksi batuk, bersin, atau berbicara.

Virus ini juga dapat bertahan di permukaan benda seperti gagang pintu, peralatan makan, dan cangkir. Untuk melindungi anak dari gondongan, ada beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyatakan tidak ada obat untuk virus paramyxovirus, sehingga pencegahan terbaik adalah melalui vaksinasi.

Dr. Anggraini Alam, Ketua Unit Kerja Koordinasi Infeksi dan Penyakit Tropis IDAI, menjelaskan bahwa gondongan menyebabkan infeksi pada kelenjar parotis, kelenjar yang berada di depan telinga, sehingga air liur tidak bisa keluar dan menyebabkan pembengkakan.

Anggraini menyebutkan bahwa vaksin untuk gondongan sudah tersedia, tetapi masih terbatas pada sektor swasta seperti di klinik dokter spesialis anak atau rumah sakit, dan belum menjadi bagian dari program imunisasi nasional.

Vaksin gondongan seringkali diberikan dalam kombinasi dengan vaksin untuk penyakit lain seperti campak, rubella (campak Jerman), dan bahkan cacar air.

“Gondongan dengan flu Singapura menularnya dari percikan ludah. Kita bicara, kita napas, kita bersin, kita batuk, kita ileran, kita pilek, itu dari sana semua,” ujarny.

Meskipun belum ada sistem pengawasan khusus untuk gondongan dan flu Singapura, kasus gondongan dirasakan semakin meningkat, dan komplikasi penyakit ini bisa sangat serius.

Komplikasi gondongan dapat terjadi pada semua usia, dan risikonya lebih tinggi jika tidak divaksinasi. Pada pria, komplikasi serius yang bisa terjadi adalah orchitis, yaitu peradangan pada testis yang dapat menyebabkan infertilitas.

Selain itu, virus juga bisa menyebar ke pankreas, menyebabkan pankreatitis yang ditandai dengan muntah hebat dan dehidrasi, bahkan bisa menyebar ke otak dan menyebabkan kejang-kejang.

Oleh karena itu, Anggraini menekankan pentingnya mencegah penyebaran virus dengan menjaga kebersihan dan kesehatan, serta memastikan lingkungan sekitar anak tetap bersih.

Jika anak sudah terinfeksi, perawatan hanya dapat mengatasi gejalanya. Untuk meredakan nyeri, bisa digunakan analgesik antipiretik, dan untuk mengurangi pembengkakan, diperlukan peningkatan produksi air liur.

Cara meningkatkan produksi air liur adalah dengan sering mengunyah, misalnya menggunakan permen karet. Alternatif lain adalah mengonsumsi jeruk nipis.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here