Tragis! 28 Petugas Kesehatan Tewas di Lebanon dalam 24 Jam

Tank-tank Merkava Israel bersiap-siap menyerbu Lebanon (1/10) , sementara sejumlah laporan menyebutkan, serangan berskala kecil sudah dilancarkan Israel di perbatasan Lebanon dan Israel antara milisi Hizbullah dan tentara Israel (IDF).

JENEWA – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan pada Kamis (3/10/2024) bahwa 28 petugas kesehatan tewas dalam kurun waktu 24 jam terakhir di Lebanon, di tengah peningkatan intensitas pertempuran.

“Banyak petugas kesehatan yang tidak melapor untuk bertugas karena mereka menyelamatkan diri dari daerah mereka bekerja akibat pengeboman,” kata Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, dalam konferensi pers di Jenewa.

Hal ini, menurutnya, sangat membatasi kemampuan untuk memberikan penanganan trauma secara massal dan mengganggu keberlanjutan layanan kesehatan.

WHO juga mengungkapkan bahwa rencana pengiriman besar-besaran untuk pasokan medis dan perlengkapan penanganan trauma yang dijadwalkan untuk Jumat (4/10/2024), ke Lebanon terpaksa dibatalkan karena adanya pembatasan penerbangan.

Menteri Kesehatan Lebanon, Firas Abiad, melaporkan pada hari yang sama bahwa total korban tewas mencapai 1.974 orang, termasuk 127 anak-anak dan 261 perempuan, sejak konflik antara Hizbullah dan Israel pecah pada Oktober tahun lalu.

Ia juga menambahkan bahwa banyak rumah sakit menjadi sasaran langsung serangan, yang semakin memperburuk kondisi sistem kesehatan di Lebanon.

Delegasi Uni Eropa (UE) untuk Lebanon pada Kamis menyatakan bahwa UE akan memberikan bantuan kemanusiaan sebesar 30 juta euro (sekitar 33,08 juta dolar AS) untuk Lebanon, sebagai tambahan dari 10 juta euro yang telah diumumkan sebelumnya, Minggu (29/9/2024).

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here