Lebanon Ajukan Keluhan Resmi ke DK PBB terkait Serangan Israel ke UNIFIL

Ilustrasi. (Foto: ANTARA/Anadolu)

BEIRUT – Lebanon mengajukan keluhan resmi kepada Dewan Keamanan (DK) PBB terkait serangan berulang Israel yang menargetkan misi penjaga perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) pada Senin (14/10/2024).

Keluhan ini diajukan oleh utusan Lebanon untuk PBB di New York atas perintah Menteri Luar Negeri Lebanon, Abdullah Bou Habib.

Utusan tersebut menyatakan bahwa serangan Israel terhadap UNIFIL adalah pelanggaran serius terhadap hukum internasional yang membahayakan misi penjaga perdamaian PBB tersebut.

Lebanon mendesak tindakan tegas dari PBB dan meminta Israel bertanggung jawab atas serangan tersebut, yang dikategorikan sebagai kejahatan perang, agar tidak terjadi lagi di masa depan.

Serangan terbaru terjadi pada Minggu (13/10/2024), ketika tank-tank Israel memaksa masuk ke salah satu pos UNIFIL, melukai beberapa pasukan penjaga perdamaian.

Insiden ini merupakan bagian dari serangkaian pelanggaran yang terjadi sebelumnya, di mana pekan lalu empat anggota UNIFIL terluka akibat serangan Israel.

UNIFIL didirikan pada 1978 untuk memulihkan perdamaian di kawasan tersebut dan memantau penarikan pasukan Israel dari Lebanon.

Serangan udara Israel yang dimulai sejak 23 September telah menewaskan lebih dari 1.542 orang, melukai 4.555 lainnya, serta menyebabkan lebih dari 1,34 juta orang mengungsi.

Konflik ini semakin meningkat sejak Israel melancarkan serangan darat di Lebanon selatan pada 1 Oktober sebagai bagian dari eskalasi konflik dengan Hizbullah yang dipicu oleh serangan Hamas di Jalur Gaza.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here