Jelang Pilkada, BNPB Petakan Kawasan Rawan Bencana

Ratusan warga memadati lokasi bencana banjir bandang di Desa Bukit Batabuah Kabupaten Agam, Minggu (12/5/2024). (Foto: Antara/Altas Maulana)

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah memetakan beberapa wilayah kabupaten dan kota yang rawan bencana untuk mendukung kelancaran Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa peta ini dibuat berdasarkan catatan bencana alam signifikan selama 10 tahun terakhir, terutama pada bulan November.

“BNPB mencatat bahwa Indonesia menghadapi fenomena alam dinamis, termasuk musim kering ekstrem akibat El Nino, musim hujan ekstrem karena La Nina, serta gempa bumi,” katanya melalui keterangan tertulis.

Berdasarkan data, wilayah-wilayah di Pulau Sumatera yang rawan bencana mencakup Provinsi Aceh, Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Riau.

Di Pulau Kalimantan, kawasan yang rawan bencana meliputi Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah. Selain itu, mayoritas kabupaten/kota di Pulau Jawa dan Sulawesi Selatan juga berisiko mengalami bencana.

Abdul menjelaskan, dalam satu dekade terakhir, daerah-daerah ini telah mengalami bencana yang berdampak signifikan, dengan korban mencapai ratusan hingga ribuan jiwa serta kerusakan rumah dan fasilitas publik yang cukup besar akibat banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, dan gempa bumi.

Karena itu, BNPB menilai penting untuk memberikan gambaran mitigasi risiko bencana kepada Pemerintah Daerah dan lembaga yang akan menyelenggarakan Pilkada serentak pada November 2024.

Selain itu, informasi ini juga disampaikan kepada masyarakat sebagai panduan dalam menghadapi risiko bencana, terutama mengingat musim peralihan dari kemarau ke puncak musim hujan yang diprediksi oleh BMKG akan berlangsung dari November hingga Maret 2025.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here