BEIRUT – Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan bahwa korban tewas akibat serangan udara Israel di negara tersebut sejak Oktober lalu kini mencapai 2.820 jiwa, menurut pernyataan resmi pada Rabu (30/10/2024).
Selain itu, sebanyak 12.937 orang tercatat mengalami luka-luka sejak pertempuran dimulai.
Dalam serangan udara Israel pada Selasa (29/10/2024), yang menyasar wilayah selatan dan timur Lebanon, 30 orang tewas dan 165 lainnya terluka, seperti yang dijelaskan dalam pernyataan tersebut.
Israel telah melakukan serangan udara besar-besaran di Lebanon sejak September, dengan alasan menargetkan Hizbullah sebagai bagian dari konflik lintas batas yang terus meningkat dan berlangsung selama setahun sejak perang di Jalur Gaza dimulai.
Selain itu, Tel Aviv juga menggelar invasi darat ke Lebanon sejak 1 Oktober.





