Peringatan BMKG: Waspada Cuaca Ekstrem di Jateng!

Ilustrasi cuaca ekstrem. (Foto: Shutterstock)

CILACAP – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di wilayah selatan Jawa Tengah, terutama Kabupaten Cilacap, Banyumas, dan sekitarnya, untuk waspada terhadap peningkatan curah hujan pada November 2024.

Kepala Kelompok Teknisi BMKG Stasiun Meteorologi (Stamet) Tunggul Wulung Cilacap, Teguh Wardoyo, menyampaikan bahwa curah hujan diperkirakan tinggi pada November, dengan kisaran antara 300 hingga lebih dari 500 milimeter dan bersifat normal.

Selain itu, pengamatan di Stamet Tunggul Wulung menunjukkan hujan lebat dengan curah sekitar 50-100 milimeter per hari sudah mulai terjadi di wilayah selatan Jawa Tengah. Misalnya, di pesisir Cilacap pada Rabu malam, curah hujan tercatat mencapai 92 milimeter.

“Prakiraan cuaca untuk Cilacap, Banyumas, dan sekitarnya, dalam dua hari ke depan berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, yang kadang disertai petir dan angin kencang,” katanya di Cilacap, Kamis (31/10/2024).

Potensi cuaca ekstrem ini disebabkan oleh aktivitas gelombang ekuatorial Rossby yang memperkuat konveksi di wilayah tersebut, kelembapan udara yang tinggi, dan kondisi labilitas lokal yang kuat.

“Oleh karena itu, kewaspadaan harus ditingkatkan terutama bagi warga di daerah yang rawan banjir dan longsor,” katanya.

Menanggapi suhu udara yang terasa panas dalam beberapa hari terakhir, Teguh menjelaskan bahwa suhu maksimum di Cilacap, yang tercatat mencapai 32 derajat Celsius pada Rabu, masih dalam kategori normal.

Berdasarkan data klimatologi selama 30 tahun terakhir, suhu maksimum pernah mencapai 34 derajat Celsius pada Oktober 2016.

Teguh menyebut peningkatan suhu ini dipicu oleh posisi matahari yang berada di belahan bumi selatan serta minimnya tutupan awan, yang menyebabkan sinar matahari langsung menyinari Bumi tanpa penghalang.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here